Loading

Oleh Daeng Supriyanto SH MH selaku advokat Dalam konstelasi kehidupan berbangsa dan bernegara, hukum bukan sekadar serangkaian norma tertulis yang bersifat kaku dan tekstual, melainkan sebuah instrumen hidup yang berfungsi mewujudkan nilai keadilan (justitia) dan menjaga ketertiban sosial. Ketika Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka mengusulkan pelibatan hakim ad hoc dalam […]

Loading

Oleh: oleh Daeng Supriyanto SH MH selaku ketua umum asosiasi pelaku olahraga Nasional Indonesia Dalam tatanan kosmos sosial dan tata hukum yang beradab, terdapat sebuah harmoni yang harus senantiasa dijaga: setiap elemen masyarakat memiliki tempatnya, fungsinya, dan wilayah kekuasaannya masing-masing. Ketika setiap entitas bergerak di orbitnya yang benar, maka masyarakat […]

Loading

Oleh: Daeng Supriyanto SH MH selaku Ketua Umum Assosiasi pelaku olahraga Nasional Indonesia Dalam arsitektur kehidupan berbangsa, dunia olahraga bukan sekadar arena kompetisi fisik atau sekadar hiburan semata. Ia adalah speculum civitatis—cermin dari peradaban, kesehatan, dan karakter sebuah bangsa. Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI), baik di tingkat pusat maupun daerah, […]

Loading

Oleh: Daeng Supriyanto SH MH selaku advokat master hukum Dalam panggung peradilan, hubungan antara seorang advokat dan kliennya bukanlah sekadar transaksi jual-beli jasa dalam kerangka kontrak perdata semata. Ia adalah sebuah foedus intellectus et moralis—sebuah perjanjian luhur yang didasarkan pada pertemuan akal budi dan kepercayaan moral. Advokat adalah perpanjangan tangan […]

Loading

Oleh: Daeng Supriyanto SH MH selaku advokat Dalam arsitektur ketatanegaraan modern, Mahkamah Konstitusi (MK) bukan sekadar institusi yudikatif yang memutus perkara, melainkan penjaga gerbang utama dari cita hukum (Rechtsidee) bangsa ini. Ia adalah wujud material dari conscience of the state—nurani negara yang bertugas memastikan bahwa setiap produk hukum tidak pernah […]

Loading

Oleh Daeng Supriyanto SH MH selaku advokat Dalam arus sejarah ketatanegaraan, hukum bukan sekadar kumpulan pasal yang kaku dan mati, melainkan sebuah organisme hidup yang bernapas, tumbuh, dan harus selalu selaras dengan denyut nadi keadilan. Ketika Hakim Agung Brigjen Sugeng Sutrisno menyuarakan keprihatinan atas ketimpangan usia pensiun antara hakim militer […]

Loading

Oleh Daeng Supriyanto SH MH selaku pengamat Geopolitik timur tengah dan Global Gugurnya tiga prajurit Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang tergabung dalam misi United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) bukan sekadar berita duka dalam arus informasi yang cepat berlalu. Peristiwa ini adalah sebuah punctum, titik tajam yang menusuk kesadaran […]

Loading

Oleh Daeng Supriyanto SH MH selaku pengamat sejarah Indonesia Dalam dialektika panjang perjalanan sejarah bangsa, kepemimpinan Prabowo Subianto hadir sebagai kelanjutan sekaligus pendewasaan dari cita-cita luhur yang telah dirintis oleh para pendahulunya. Jika era sebelumnya fokus pada pembangunan fisik dan konektivitas, maka masa kepemimpinan di bawah visi Astacita atau Delapan […]

Loading

Oleh Daeng Supriyanto SH MH selaku pengamat sejarah Indonesia Dalam dialektika panjang sejarah peradaban bangsa, kepemimpinan Joko Widodo (Jokowi) hadir bukan sekadar sebagai pergantian elit politik, melainkan sebagai sebuah fenomena ontologis yang menggeser paradigma kekuasaan dari ranah eksklusivitas menuju ranah inklusivitas yang mendalam. Jika era sebelumnya lebih banyak bicara soal […]

Loading

Oleh Daeng Supriyanto SH MH selaku pengamat sejarah Indonesia Dalam narasi panjang perjalanan sejarah bangsa, masa kepemimpinan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) sering dikenang sebagai era “Zaman Keemasan” atau Golden Era dalam dimensi stabilitas, diplomasi, dan konsolidasi demokrasi. Jika era sebelumnya masih diwarnai oleh gejolak politik, pergantian kepemimpinan yang dramatis, dan […]

Loading

Oleh Daeng Supriyanto SH MH selaku pengamat sejarah Indonesia Dalam panggung besar dialektika sejarah bangsa, peristiwa pergantian kepemimpinan dari Abdurrahman Wahid kepada Megawati Soekarnoputri bukanlah sekadar intrik politik atau pergantian kursi semata. Ia adalah sebuah fenomena ontologis yang kompleks, di mana ketegangan antara kekuasaan eksekutif dan legislatif mencapai titik kulminasi, […]

Loading

Oleh Daeng Supriyanto SH MH selaku pengamat sejarah Indonesia Dalam panggung besar dialektika sejarah bangsa, terpilihnya Abdurrahman Wahid atau Gus Dur sebagai Presiden Republik Indonesia pada tahun 1999 bukanlah sekadar pergantian kepemimpinan konstitusional semata. Ia adalah sebuah fenomena transendental, di mana suara hati nurani bangsa berhasil menembus tembok kekuasaan dan […]

Kategori Berita

BOX REDAKSI