![]()

Oleh: Daeng Supriyanto, SH, MH
Pemerhati Perdamaian Dunia
Di tengah lanskap geopolitik global yang semakin turbulen dan sarat dengan ketidakpastian, dunia internasional baru saja diguncang oleh peristiwa yang sangat tragis dan berpotensi mengubah tatanan dunia: serangan yang mengakibatkan meninggalnya pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Khomeini, yang dilakukan oleh Amerika Serikat dan sekutunya, Israel. Peristiwa ini bukanlah sekadar sebuah insiden militer yang bersifat lokal atau terbatas, melainkan sebuah titik balik kritis yang memiliki potensi untuk memicu eskalasi konflik yang meluas hingga ke tingkat global, bahkan berpotensi mengarah pada pecahnya perang dunia ketiga—sebuah bencana yang akan membawa dampak destruktif tak terbayangkan bagi seluruh umat manusia. Dalam konteks yang begitu krusial dan mendesak ini, Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) sebagai organisasi internasional yang memiliki mandat utama untuk menjaga perdamaian dan keamanan dunia, dipanggil untuk mengambil peran yang sangat vital dan tidak dapat ditunda. PBB harus segera mengambil langkah-langkah yang tegas, berani, dan berlandaskan pada prinsip-prinsip hukum internasional, untuk menanggapi serangan tersebut dan mencegah terjadinya konflik yang lebih luas yang dapat menghancurkan peradaban manusia.
Sebelum membahas lebih lanjut mengenai langkah yang harus diambil oleh PBB, sangat penting untuk memahami secara mendalam tugas dan fungsi utama dari organisasi ini sebagai penjaga perdamaian dunia. Berdasarkan Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa, tugas dan fungsi PBB dapat dirangkum menjadi beberapa poin kunci yang menjadi landasan bagi setiap tindakannya:
1. Memelihara Perdamaian dan Keamanan Internasional: Ini adalah tugas paling fundamental dan utama dari PBB. Organisasi ini bertanggung jawab untuk mencegah terjadinya konflik antarnegara, membantu pihak-pihak yang bertikai untuk menyelesaikan perselisihan mereka melalui cara-cara damai, dan dalam situasi di mana perang atau ancaman terhadap perdamaian telah terjadi, mengambil langkah-langkah yang tepat untuk menghentikan konflik dan memulihkan perdamaian. PBB memiliki wewenang untuk mengeluarkan resolusi-resolusi yang mengikat bagi negara-negara anggotanya, dan dalam kasus-kasus tertentu, dapat memberlakukan sanksi ekonomi atau bahkan mengerahkan pasukan penjaga perdamaian untuk menegakkan keputusannya.
2. Mengembangkan Hubungan Persahabatan Antarnegara: PBB bertugas untuk mempromosikan hubungan yang harmonis, saling menghormati, dan bersahabat antara semua negara di dunia, tanpa memandang perbedaan ras, agama, bahasa, atau sistem politik dan ekonomi. Organisasi ini mendorong negara-negara untuk bekerja sama dalam memecahkan masalah-masalah umum yang dihadapi oleh umat manusia, dan untuk saling mendukung dalam upaya mencapai pembangunan dan kemajuan bersama.
3. Mencapai Kerjasama Internasional dalam Memecahkan Masalah-Masalah Global: PBB berfungsi sebagai wadah untuk memfasilitasi kerjasama internasional dalam berbagai bidang, seperti ekonomi, sosial, budaya, kemanusiaan, dan hak asasi manusia. Organisasi ini membantu negara-negara untuk mengatasi tantangan-tantangan global seperti kemiskinan, kelaparan, penyakit, perubahan iklim, dan pelanggaran hak asasi manusia, melalui program-program dan inisiatif yang terkoordinasi dan berkelanjutan.
4. Menjadi Pusat Penyelarasan Tindakan Bangsa-Bangsa: PBB bertindak sebagai pusat yang menyatukan upaya-upaya negara-negara anggota dalam mencapai tujuan-tujuan bersama yang tercantum dalam Piagam PBB. Organisasi ini menyediakan platform bagi negara-negara untuk berdialog, bernegosiasi, dan mengambil keputusan bersama mengenai masalah-masalah yang penting bagi dunia, dan memastikan bahwa tindakan-tindakan yang diambil oleh negara-negara tersebut selaras dengan prinsip-prinsip dan tujuan perdamaian dunia.
5. Menegakkan Hukum Internasional dan Keadilan: PBB memiliki tanggung jawab untuk mempromosikan dan menegakkan hukum internasional, termasuk hukum humaniter internasional dan hukum hak asasi manusia. Organisasi ini memastikan bahwa semua negara mematuhi kewajiban-kewajiban mereka berdasarkan hukum internasional, dan bahwa pelanggaran terhadap hukum tersebut ditanggapi dengan serius dan diadili secara adil. PBB juga mendukung pengembangan dan penguatan institusi-institusi hukum internasional, seperti Mahkamah Internasional, untuk menyelesaikan perselisihan antarnegara melalui cara-cara hukum.
Dengan memahami tugas dan fungsi yang begitu penting dan mulia ini, sangat jelas bahwa PBB tidak dapat berdiam diri atau mengambil sikap yang ambigu dalam menghadapi serangan yang mengakibatkan meninggalnya Ayatollah Khomeini. Serangan ini merupakan pelanggaran yang jelas terhadap prinsip-prinsip dasar hukum internasional, termasuk prinsip kedaulatan negara, larangan penggunaan kekuatan dalam hubungan internasional, dan kewajiban untuk menyelesaikan perselisihan melalui cara-cara damai. Selain itu, peristiwa ini juga merupakan ancaman yang sangat nyata dan mendesak terhadap perdamaian dan keamanan dunia, karena dapat memicu reaksi berantai dari berbagai pihak yang terlibat dalam konflik ini, serta menarik kekuatan-kekuatan besar dunia ke dalam pertikaian yang lebih luas.
Oleh karena itu, PBB harus segera mengambil langkah-langkah tegas berikut ini:
Pertama, PBB harus mengeluarkan pernyataan yang keras dan jelas yang mengutuk serangan tersebut sebagai tindakan yang ilegal dan tidak dapat diterima. Pernyataan ini harus menegaskan komitmen PBB terhadap prinsip-prinsip perdamaian dan keamanan dunia, serta menuntut agar pihak-pihak yang bertanggung jawab atas serangan tersebut bertanggung jawab atas tindakan mereka sesuai dengan hukum internasional.
Kedua, Dewan Keamanan PBB sebagai organ yang memiliki wewenang utama untuk menangani masalah perdamaian dan keamanan dunia harus segera mengadakan pertemuan darurat untuk membahas situasi ini dan mengambil keputusan yang tepat. Dewan Keamanan harus mengeluarkan resolusi yang mengikat yang menuntut agar Amerika Serikat dan Israel menghentikan segera semua tindakan militer mereka terhadap Iran, dan menarik pasukan mereka dari wilayah Iran. Resolusi ini juga harus menetapkan langkah-langkah yang tegas, seperti sanksi ekonomi dan politik, bagi pihak-pihak yang tidak mematuhi keputusan Dewan Keamanan.
Ketiga, PBB harus memfasilitasi dialog dan negosiasi antara pihak-pihak yang bertikai untuk menyelesaikan perselisihan mereka melalui cara-cara damai. Organisasi ini dapat menunjuk utusan khusus atau membentuk kelompok kerja untuk membantu pihak-pihak yang bertikai dalam menemukan solusi yang adil, berkelanjutan, dan saling menguntungkan bagi semua pihak. PBB juga dapat memberikan dukungan dan bantuan teknis untuk membantu pihak-pihak yang bertikai dalam melaksanakan perjanjian damai yang telah dicapai.
Keempat, PBB harus memastikan bahwa hak asasi manusia dan kemanusiaan dihormati dan dilindungi di wilayah Iran selama dan setelah konflik ini. Organisasi ini dapat mengerahkan tim pemantau hak asasi manusia untuk memantau situasi di lapangan, dan mengambil langkah-langkah yang tepat untuk mencegah terjadinya pelanggaran hak asasi manusia dan kekejaman terhadap rakyat Iran. PBB juga harus memberikan bantuan kemanusiaan yang mendesak kepada rakyat Iran yang terkena dampak dari konflik ini, termasuk bantuan makanan, air bersih, obat-obatan, dan tempat tinggal.
Kelima, PBB harus bekerja sama dengan organisasi internasional lainnya, seperti Liga Arab, Organisasi Kerjasama Islam, dan Uni Eropa, untuk mengkoordinasikan upaya-upaya dalam menanggapi situasi ini dan mencegah terjadinya perang dunia ketiga. Kerjasama internasional yang kuat dan terpadu sangat penting untuk memastikan bahwa tindakan-tindakan yang diambil untuk menjaga perdamaian dan keamanan dunia efektif dan berhasil.
Sebagai kesimpulan, serangan yang mengakibatkan meninggalnya Ayatollah Khomeini adalah peristiwa yang sangat tragis dan berbahaya yang membutuhkan tanggapan yang tegas dan segera dari PBB. Sebagai organisasi yang memiliki mandat untuk menjaga perdamaian dan keamanan dunia, PBB tidak dapat membiarkan pelanggaran terhadap hukum internasional dan ancaman terhadap perdamaian dunia terjadi tanpa tindakan yang tepat. Dengan mengambil langkah-langkah yang tegas, berlandaskan pada prinsip-prinsip hukum internasional dan tugas serta fungsinya sebagai penjaga perdamaian dunia, PBB dapat mencegah terjadinya perang dunia ketiga dan memastikan bahwa perdamaian, keadilan, dan kesejahteraan dapat terwujud bagi seluruh umat manusia. Semoga PBB dapat memenuhi tanggung jawabnya dengan bijaksana dan berani, dan memimpin dunia menuju masa depan yang lebih cerah dan damai.




