![]()

Detiknews.tv – Palembang | Pemerintah Kelurahan Sungai Lais mulai menyalurkan puluhan ribu paket bantuan pangan dari pemerintah pusat kepada masyarakat pada Senin (08/06/2026). Proses pendistribusian komoditi ini dipusatkan langsung di Kantor Lurah Sungai Lais, Kecamatan Kalidoni.

Suasana pelayanan penyaluran bantuan pangan yang tertib dan humanis di Kantor Kelurahan Sungai Lais, Kecamatan Kalidoni, Palembang.
Secara keseluruhan, wilayah Kecamatan Kalidoni menerima alokasi bantuan dalam jumlah besar. Tercatat ada 19.166 pak beras dan 38.332 liter minyak goreng yang dialokasikan untuk 9.583 Penerima Bantuan Pangan (PBP).
Lurah Sungai Lais, M. Rudye, S.IP., menjelaskan bahwa pelaksanaan penyaluran ini berjalan sesuai arahan Camat Kalidoni, M. Rama Cahya Putra, S.STP., M.Si. Pada hari pertama, pihak kelurahan sukses menyalurkan ribuan paket bantuan kepada warga yang berhak.

“Kantor Kelurahan Sungai Lais telah melakukan kegiatan ini pada Senin, 8 Juni 2026. Alhamdulillah, kami sudah membagikan sebanyak 2.300 minyak dan beras kepada penerima manfaat,” ujar M. Rudye saat diwawancarai di lokasi kegiatan.
Rudye menekankan bahwa pihaknya mengedepankan pendekatan yang santun dalam melayani masyarakat. Penyaluran bantuan ini ditargetkan rampung dalam beberapa hari ke depan.
“Bantuan pangan dari pusat ini di Kantor Kelurahan Sungai Lais akan dilaksanakan selama 3 hari ke depan. Sebenarnya kami menyebutkan bukan pembagian, tapi hanya menyampaikan penerima hak-hak mereka dengan cara yang humanis,” tambahnya.
Penyaluran bantuan ini disambut hangat oleh masyarakat setempat. Salah seorang warga penerima manfaat (PBP) Kelurahan Sungai Lais mengungkapkan rasa syukur atas bantuan yang diterimanya, terlebih proses pengambilan dinilai tertib dan cepat.
“Alhamdulillah, bantuan ini sangat membantu dapur kami, apalagi dapat beras dan minyak goreng sekaligus. Prosesnya juga cepat dan petugasnya ramah, jadi kami mengantre dengan nyaman,” ungkap salah satu warga usai menerima paket bantuan.
Demi kelancaran proses, pihak kelurahan menerapkan sistem validasi data yang ketat mengacu pada instruksi pemerintah pusat. Sebanyak 11 operator disiagakan untuk memeriksa berkas para penerima. Langkah antisipasi juga disiapkan jika ditemukan kendala administratif pada dokumen warga.
“Validasi yang kami lakukan di sini sesuai dengan arahan dari pusat, yaitu melalui operator yang sudah tersedia sebanyak 11 operator. Selanjutnya, ketika ada permasalahan melalui KTP atau Kartu Keluarga, penerima bantuan pangan ini kami undur untuk keesokan harinya. Jadi hari ini kami fokuskan penerimaan kepada yang data-datanya sudah lengkap,” pungkas Rudye.
Laporan: Markopik




