![]()

Musi Banyuasin, 4 Juni 2026 – Sejumlah isu mencuat menjelang penyelenggaraan pemilihan Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Musi Banyuasin (Muba). Salah satu pimpinan cabang olahraga (Cabor) yang juga berstatus Aparatur Sipil Negara (ASN) mengungkapkan adanya indikasi intervensi yang diduga dilakukan oleh Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Kadispora) Kabupaten Muba.
Menurut sumber yang enggan disebutkan namanya tersebut, Kadispora diduga telah menyampaikan arahan kepada sejumlah pimpinan Cabor yang berstatus ASN. Arahan itu disebutkan disampaikan dengan alasan atas permintaan Bupati Muba, agar mendukung salah satu calon dalam pemilihan mendatang.
Yang menjadi sorotan, calon yang dimaksud dinilai belum memiliki rekam jejak yang jelas dalam dunia olahraga, khususnya dalam hal pembinaan atlet dan peningkatan prestasi. Bahkan diduga kuat dukungan tersebut lebih didasarkan pada kedekatan politik atau keterlibatan sebagai pendukung pada masa pemilihan kepala daerah sebelumnya.
“Sangat disayangkan jika hal ini benar terjadi. Ada beberapa nama kandidat lain yang jelas-jelas memiliki pengalaman panjang dan rekam jejak yang terbukti. Salah satunya bahkan telah berkontribusi besar hingga membawa Kabupaten Muba meraih predikat Juara Umum pada Pekan Olahraga Provinsi Sumatera Selatan tahun 2025 lalu,” ungkap sumber tersebut.
Terkait isu ini, pemerhati sekaligus pelaku olahraga, Herson Sitepu, S.H., M.H., memberikan tanggapan tegas. Ia menegaskan bahwa jika dugaan intervensi tersebut terbukti benar, maka hal itu harus segera dihentikan.
“Intervensi semacam ini jika dibiarkan akan mencederai nilai-nilai demokrasi dalam pembinaan olahraga. Selain itu, hal ini jelas bertentangan dengan Piagam Olimpiade, serta melanggar peraturan perundang-undangan dan ketentuan organisasi yang berlaku,” tegas Herson Sitepu.
Ia menambahkan bahwa pemimpin KONI seharusnya dipilih berdasarkan kompetensi, dedikasi, dan rekam jejak nyata dalam memajukan olahraga, bukan atas dasar kepentingan politik tertentu. Keberlangsungan pembinaan atlet dan prestasi olahraga daerah sangat bergantung pada kepemimpinan yang profesional dan independen.
Hingga berita ini dirilis, pihak Kadispora maupun Pemerintah Kabupaten Muba belum memberikan tanggapan resmi terkait dugaan yang disampaikan tersebut.




