Rupiah Melemah Jadi “Surga Ringgit”, ASPPI Sumsel Bidik Turis Malaysia ke Palembang

Loading

Detiknews.tv – Palembang | Pelemahan nilai tukar rupiah terhadap mata uang asing justru menjadi angin segar bagi sektor pariwisata Indonesia, khususnya dalam menarik minat wisatawan mancanegara (wisman).

Fenomena ini memicu lonjakan hebat kunjungan turis asal Malaysia yang berbondong-bondong memadati destinasi belanja dan kuliner di koridor Jakarta-Bandung. Menguatnya nilai tukar Ringgit Malaysia (MYR) terhadap Rupiah (IDR) mengubah Indonesia menjadi “surga belanja” yang sangat ekonomis bagi warga negeri jiran.

Namun, ketimpangan rute kunjungan ini memicu pertanyaan besar bagi Pemerintah Provinsi Sumatra Selatan (Pemprov Sumsel): mengapa lonjakan wisatawan tersebut belum menyentuh bumi Sriwijaya?

Merespons tantangan tersebut, DPD Asosiasi Pelaku Pariwisata Indonesia (ASPPI) Sumatra Selatan bergerak cepat mengambil momentum emas ini, Ketua DPD ASPPI Sumsel, Mgs. Moh. Isnaini F. yang akrab disapa Cek Evad, secara khusus menggandeng CEO Konsorsium Travel Malaysia, Uncle Ade. Kerja sama ini bertujuan untuk mengalihkan radar pelaku usaha travel Malaysia ke Kota Palembang melalui program Familiarization Trip (Famtrip).

Dalam keterangannya kepada wartawan yang menyertai kunjungan Uncle Ade, Jum’at 12/06/2026 Cek Evad menegaskan bahwa Palembang memiliki modalitas yang sangat kuat untuk bersaing dengan Jakarta dan Bandung dalam menjaring “Surga Ringgit”.

“Kita punya konektivitas langsung melalui direct flight rute Kuala Lumpur ke Palembang. Ini adalah keunggulan logistik yang harus kita manfaatkan sekarang, saat Ringgit sedang kuat-kuatnya,” ujar Cek Evad memaparkan resume hasil pembicaraannya dengan Uncle Ade demi mendongkrak ekonomi transaksional di Sumatera Selatan Khususnya kota Palembang,

Menurutnya Sumatera Selatan memiliki daya pikat orisinal yang sangat disukai pasar Malaysia. Beberapa keunggulan tersebut meliputi Keindahan kain Songket dan batik khas Sumsel, Sajian kuliner berbahan dasar ikan dan rempah yang menggugah selera serta Kedekatan kebudayaan Melayu dan sejarah peradaban Islam yang kuat.

Tidak hanya jeli melihat pasar luar negeri, ASPPI Sumsel juga mendesak pembenahan di sektor hulu, Cek Evad mengonfirmasi bahwa pihaknya telah menyampaikan rekomendasi strategis kepada pemerintah daerah setempat untuk segera menggalakkan kembali pusat-pusat kerajinan local.

Secara khusus, ASPPI meminta Pemerintah Daerah (Pemda) menghidupkan dan menata kembali sentra kerajinan wastra serta kawasan ekonomi kreatif busana lokal di Pasar Ilir Barat Permai, Langkah intervensi ini dinilai krusial agar sarana belanja siap menyambut standar kenyamanan wisman saat program Famtrip agen travel Malaysia mulai berjalan.

Melalui sinergi taktis antara pelaku pariwisata, konsorsium internasional, dan dukungan agresif dari pemerintah daerah, penurunan nilai rupiah kali ini diharapkan tidak sekadar menjadi catatan makroekonomi. “Langkah ini bisa menjadi target momentum pembalik bagi kejayaan pariwisata dan penguatan ekonomi kreatif di Sumatra Selatan” pungkas Cek Evad.

Editor: Markopik

Redaksi Detiknews.tv

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Angka yang Berbicara: Pembengkakan Dapur MBG sebagai Cermin Tata Kelola Bangsa

Sab Jun 13 , 2026
Daeng Supriyanto SH MH. Pemerhati Ekonomi Global Di tengah semangat mewujudkan cita-cita luhur negara untuk mewujudkan gizi yang layak bagi rakyat, muncul sebuah kenyataan yang mengundang renungan mendalam: Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas sebagai wujud tanggung jawab kolektif justru menghadapi tantangan besar dalam aspek pengelolaan sumber daya. Dari […]

Kategori Berita

BOX REDAKSI