![]()

SEKAYU – Lambannya kinerja Tim Caretaker KONI Musi Banyuasin (Muba) memicu gelombang protes keras dari pengurus cabang olahraga (cabor) di wilayah tersebut.
Tertundanya Rapat Kerja (Raker) KONI Muba dampaknya kian meluas: proses pemilihan ketua umum definisi ikut tersendat, hingga pembinaan atlet di berbagai cabor lumpuh hampir satu tahun lamanya.
Melihat kondisi yang tak kunjung menemui titik terang, para ketua cabor se-Kabupaten Muba sepakat mendesak Tim Caretaker agar segera menggelar Raker sebagai agenda krusial organisasi.
Representasi perwakilan cabor Muba, Saputra Candra Lesmana, menegaskan agar KONI Provinsi Sumatera Selatan tidak tinggal diam dan segera melancarkan evaluasi total terhadap kinerja Tim Caretaker yang telah ditunjuk.
“Kami meminta KONI Sumsel bergerak cepat mengevaluasi Tim Caretaker ini. Sejak dibentuk, mereka terkesan berjalan di tempat dan sama sekali tidak ada pergerakan konkret untuk melaksanakan Raker,” ujar Saputra.
Nada kekecewaan serupa dilontarkan pengurus cabor lainnya. Hadirnya Tim Caretaker yang mulanya diharapkan menjadi jembatan percepatan kepemimpinan definitif justru dianggap membebani perjalanan pembinaan olahraga di Musi Banyuasin.
Apabila ketegasan dan kejelasan tidak kunjung ditunjukkan dalam waktu dekat, para pengurus cabor menyatakan siap mengambil langkah ekstrem dengan menggelar aksi penyampaian aspirasi secara langsung di markas KONI Sumatera Selatan.
• Dampak Penundaan: Pembinaan atlet cabor stagnan hampir 1 tahun & pemilihan Ketua KONI Muba definitif tertunda.
• Tuntutan Utama: KONI Sumsel segera evaluasi Tim Caretaker Muba dan percepat pelaksanaan Raker.
• Ancaman Sikap: Aksi demonstrasi pengurus cabor di depan Kantor KONI Sumsel jika aspirasi diabaikan.
Sebagai Humas KONI Sumsel, ini draf tanggapan resmi yang bijaksana, menenangkan tapi tetap tegas.
Jangan pakai bahasa melawan. Kita rangkul.

Sekretaris Umum KONI Sumsel Tubagus Sulaiman SH MH melalui Kabid Humas Daeng Supriyanto SH MH mengungkapkan bahwa pihaknya menghormati apa yang menjadi saran dan masukan para pengurus cabor di Kabupaten Muba.
“Kami menerima dan menghormati aspirasi yang disampaikan oleh rekan-rekan Ketua Cabor dari Kabupaten Muba.” ungkap Daeng.
Menurutnya KONI Sumatera Selatan sangat memahami semangat teman-teman untuk segera melakukan konsolidasi organisasi. ” Semangat itu sama dengan semangat kami”tutur Daeng.
Daeng juga meluruskan kepada semua pihak agar tidak ada mispersepsi:
1. *Tim Caretaker dibentuk untuk penertiban, bukan untuk menunda.* Tugas utamanya adalah melakukan verifikasi, konsolidasi data keanggotaan Cabor yang sah, dan memastikan Raker nanti berjalan sesuai AD/ART KONI, bukan cacat hukum.
2. *Raker pasti akan digelar.* Kami berkomitmen Raker KONI Muba akan segera dilaksanakan setelah proses verifikasi selesai. Kami tidak ingin Raker dilaksanakan terburu-buru kemudian hasilnya digugat dan justru merugikan Cabor-cabor itu sendiri.
3. *Pintu KONI Sumsel selalu terbuka.* Kami mengundang para Ketua Cabor Muba untuk beraudiensi langsung ke Sekretariat KONI Sumsel di Palembang. Mari kita duduk bersama di meja dialog, bukan di jalan. Aksi demonstrasi adalah hak, namun kami yakin musyawarah adalah jalan terbaik dan lebih bermartabat untuk insan olahraga.
KONI Sumsel dan KONI Muba adalah satu keluarga besar. Tujuan kita sama: prestasi olahraga Sumsel. Jangan sampai energi kita habis di urusan internal, sementara pembinaan atlet terhambat.
Ditambahkan juga bahwa Caretaker saat ini sedang bekerja maraton merapikan data agar Raker nanti sah, legitimate, dan tidak menimbulkan masalah baru di kemudian hari. Mohon diberi sedikit waktu untuk bekerja dengan tertib.
Kami sangat terbuka. Silakan perwakilan Cabor Muba datang ke KONI Sumsel, kita ngobrol langsung. Kami yakin bisa selesai secara kekeluargaan tanpa harus demo. Kita semua satu baju, baju olahraga Sumsel. Salam Olahraga! (Hms)
–




