![]()

Detiknews.tv – Palembang | PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Sumatera Selatan, Jambi dan Bengkulu (UID S2JB) terus mendorong pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) agar semakin produktif dan berdaya saing. Melalui Rumah BUMN Sumsel, PLN menyerahkan bantuan untuk 42 pelaku UMKM penerima manfaat berupa sarana usaha, peralatan produksi, pelatihan, hingga fasilitasi legalitas usaha.
Bantuan tersebut menjadi bagian dari upaya penguatan ekosistem UMKM melalui Program Cipta Wirausaha Maju. Dukungan diberikan sesuai kebutuhan dan karakter usaha masing-masing penerima, mulai dari gerobak usaha, booth jualan, peralatan produksi, program pelatihan, hingga pendampingan legalitas usaha HAKI, P-IRT, Halal.
Program pelatihan diberikan untuk memperkuat aspek pengembangan kewirausahaan, pengelolaan bisnis, pemasaran, keuangan, serta keterampilan teknis dan manajerial. Pendampingan dan inkubasi bisnis juga disiapkan untuk membantu pelaku UMKM menghadapi berbagai hambatan usaha sekaligus meningkatkan produktivitas dan daya saing.
Manager Komunikasi dan TJSL mewakili General Manager PLN UID S2JB, Iwan Arissetyadhi, mengatakan dukungan terhadap UMKM merupakan bagian dari komitmen PLN untuk menghadirkan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat, tidak hanya melalui penyediaan listrik yang andal, tetapi juga lewat pemberdayaan ekonomi, “Kami ingin bantuan ini Dapat mendukung UMKM agar semakin percaya diri untuk tumbuh. Tidak sebatas memberikan gerobak atau peralatan produksi, kami juga mendorong peningkatan kompetensi dan legalitas usaha sehingga produk mereka memiliki nilai tambah, semakin dipercaya konsumen, dan memiliki peluang pasar yang lebih luas,” ujar Iwan.
Fasilitasi legalitas berupa pengurusan Hak Kekayaan Intelektual (HAKI), Pangan Industri Rumah Tangga (P-IRT), dan sertifikasi Halal diharapkan turut memperkuat identitas produk sekaligus mendorong UMKM menjadi usaha yang lebih formal dan berkelanjutan, “Legalitas menjadi salah satu fondasi penting bagi UMKM untuk naik kelas. Ketika kualitas produk, kapasitas usaha, sarana produksi, dan legalitas tumbuh bersama, peluang UMKM untuk masuk ke pasar yang lebih besar juga semakin terbuka,” tambah Iwan.
Rumah BUMN Sumsel sendiri telah berdiri sejak 2020 dan hingga kini menjadi wadah pembinaan bagi 1.378 UMKM. Kehadirannya menjadi ruang bagi para pelaku usaha untuk belajar, berjejaring, mendapatkan pendampingan, sekaligus meningkatkan kualitas produk dan tata kelola usaha.
Manager Operasional Rumah BUMN Sumsel, Zuardiansyah Adi Purnama, mengatakan bantuan kepada 42 UMKM tersebut dirancang berdasarkan kebutuhan riil masing-masing pelaku usaha sehingga manfaatnya dapat langsung dirasakan dalam kegiatan produksi maupun pemasaran, “Setiap UMKM memiliki kebutuhan dan tantangan yang berbeda. Karena itu, bantuan yang diberikan kami sesuaikan dengan karakter usahanya, baik berupa gerobak, booth, peralatan produksi, pelatihan maupun penguatan legalitas. Harapannya, bantuan ini bukan hanya membantu usaha mereka hari ini, tetapi menjadi modal untuk bertumbuh dan memperluas pasar ke depan,” ujar Zuardiansyah.
Ia menambahkan, pendampingan menjadi bagian penting setelah pemberian bantuan. Rumah BUMN Sumsel akan terus mendorong para pelaku usaha binaan untuk meningkatkan kualitas produk, memperkuat branding, memanfaatkan pemasaran digital, serta membangun tata kelola usaha yang semakin profesional, “Kami ingin UMKM binaan tidak berhenti pada tahap menerima bantuan. Yang lebih penting adalah bagaimana mereka mampu mengembangkan bantuan tersebut menjadi peningkatan omzet, kapasitas produksi, kualitas produk, dan pada akhirnya membuka kesempatan kerja baru di lingkungan sekitarnya,” tambah Zuardiansyah.
Program pemberdayaan ini juga diharapkan memberi dampak berkelanjutan terhadap perekonomian daerah. Dalam rancangan Program Cipta Wirausaha Maju, pengembangan UMKM diarahkan untuk meningkatkan pendapatan masyarakat, memperluas kesempatan kerja, mendorong formalisasi sektor usaha mikro, serta memperkuat ekosistem ekonomi lokal.
Melalui kolaborasi PLN UID S2JB dan Rumah BUMN Sumsel, 42 penerima bantuan diharapkan tidak hanya memiliki sarana usaha yang lebih memadai, tetapi juga semakin siap mengembangkan bisnis secara profesional dan berkelanjutan.
Laporan: Ika | Editor: Markopik



