![]()

Detiknews.tv – Palembang | Ribuan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Sumatera Selatan yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Sumsel turun ke jalan dan menggelar aksi damai di depan Gedung DPRD Provinsi Sumsel, Senin (1/9/2025). Aksi ini merupakan bentuk protes terhadap sejumlah kebijakan pemerintah dan DPR yang dinilai tidak berpihak kepada rakyat.
Dalam aksinya, para mahasiswa menyuarakan tujuh poin tuntutan, mulai dari pembatalan kenaikan tunjangan DPR hingga desakan pencopotan Kapolri.
Ketua Aliansi Mahasiswa Sumsel, Ilham, dalam orasinya menegaskan bahwa aksi ini dilatarbelakangi keresahan mahasiswa dan masyarakat terhadap kebijakan yang dinilai memperburuk kondisi sosial-ekonomi.
“Kenaikan tunjangan DPR di tengah kondisi ekonomi yang sulit adalah bentuk pengkhianatan terhadap rakyat. Ini mencederai keadilan sosial dan rasa kepercayaan publik terhadap wakilnya di parlemen,” ujar Ilham disambut riuh massa aksi.
Ia juga mengecam pernyataan sejumlah anggota dewan yang dianggap tidak sensitif terhadap penderitaan rakyat.
Ini 7 Tuntutan Aliansi Mahasiswa Sumsel:
* Batalkan kenaikan tunjangan Dewan Perwakilan Rakyat.
* Segera sahkan RUU Perampasan Aset.
* Evaluasi kinerja DPR secara menyeluruh.
* Evaluasi persyaratan penerimaan anggota Polri.
* Copot Kapolri.
* Prioritaskan kesejahteraan guru.
* Kembalikan kebebasan pers di Indonesia.
Koordinator Aksi, Dali Biman Saputra, menyebutkan bahwa mahasiswa tidak akan berhenti bergerak sebelum ada tanggapan konkret dari DPRD maupun pemerintah pusat.
“Kita tidak bisa diam saat demokrasi dan keadilan sosial dikorbankan. Ini bukan hanya soal mahasiswa, ini soal masa depan bangsa,” tegas Dali.
Isu kebebasan pers juga menjadi salah satu sorotan utama. Menurut Ilham, pers merupakan pilar demokrasi yang wajib dilindungi.
“Pers adalah garda terdepan dalam menyuarakan kebenaran. Ketika pers dibungkam, maka demokrasi mati,” tambahnya.
Pantauan di lapangan, aksi berlangsung tertib dan damai meski jumlah peserta terus bertambah. Aparat gabungan dari TNI dan Polri terlihat berjaga ketat di sekitar lokasi aksi. Pagar Gedung DPRD yang semula terbuka kini ditutup rapat guna membatasi laju massa yang semakin memadati kawasan tersebut.
Aliansi Mahasiswa Sumsel menegaskan bahwa aksi ini akan terus digelar hingga ada respons nyata dari DPRD Provinsi Sumsel terhadap ketujuh tuntutan tersebut.(Yulia).




