Detiknews.tv – Palembang, Beberapa pandangan dunia terhadap indonesia amatlah baik, seperti masalah keamanan, investasi, kepercayaan publik pada pemerintah dan diprediksi, tahun 2030 Indonesia bisa menjadi menjadi negara besar nomor 4 atau 5 di dunia setelah China, India serta Amerika.
Hal tersebut, disampaikan Kapolda Sumsel Irjen Pol Drs Zulkarnain Adinegara, saat menjadi Narasumber dalam Dialog Kebangsaan dan Buka Bersama, dengan tema “Darimu Aku Bersatu Pancasilaku”, di Masjid Pesantren Al-Almalul Khair Jalan Lunjuk Jaya Kelurahan Lorok Pakjo Kecamatan Ilir Barat I Palembang, (25/5/2019).
Lebih lanjut Kapolda Sumsel mengatakan, bahwa semua itu akan terwujud dengan salah satu syaratnya adalah Indonesia harus tetap bersatu berpegang teguh pada konsensus nasional kita, yaitu pada Pancasila, Bhineka Tunggal Ika, NKRI dan UUD 1945.
“Jangan sampai Indonesia terkoyak persatuan dan kesatuanya hanya karena berbeda pilihan dalam Pemilu atau masuknya paham radikal dan Intoleransi,” terang Kapolda Sumsel.
Pancasila sebagai pandangan hidup bangsa dan merupakan kristalisasi nilai-nilai budaya bangsa, tidak hanya dipahami tapi juga perlu pengalaman dalan kehidupan sehari-hari.
“Sila Persatuan Indonesia sebagai sila ketiga, adalah sebagai “Jangkar” atau penguat sila-sila yang lain dalam arti misalnya sila pertama “Ketuhanan Yang Maha Esa”, dimana di Indonesia ada 6 agama yang diakui oleh negara dan membutuhkan persatuan yang kuat,” jelas Kapolda Sumsel.
Demikian juga sila-sila yang lain membutuhkan persatuan dan kesatuan. Dalam Islam, tentu saja kita harus selalu menjalin silaturahmi sesama kita dalam bentuk selalu menjaga ukuwah islamiah atau persatuan dan kesatuan dalam Islam, jangan sampai terpecah-pecah.
“Sebagai anak bangsa, kita harus menjaga ukuwah wathoniah atau persatuan dan kesatuan. Kata para Kiyai ” Hubbul Waton Minal Iman” atau mencintai negara dan bangsa kita adalah bagian daripada iman dan karena itu, negara kita jangan sampai pecah,” pungkas Kapolda Sumsel.
Selain Kapolda Sumsel, tampak hadir juga dalam acara tersebut, Dandim 0418/Palembang Letkol Inf Honi Havana, Ketua PW IPNU Provinsi Sumsel Arip Farawita, Ketua Yayasan Ponpes Al-Amalul Khair Dr H KGS Agus Azhari, Ustadz Nanag Sodik Mudir, Ustadz Dedi Mustofa dan Kapolsek IB I Palembang Kompol Masnoni.