![]()

Opini Daeng Supriyanto SH MH CMS.P
Advokat/ pengacara
Di dalam panggung sejarah manusia yang terus berkembang, di mana narasi kekuasaan, kepentingan, dan keadilan saling bersilang seperti benang kusut yang rumit, jarang sekali kita menemukan keputusan besar—baik yang mengubah nasib sebuah negara, menentukan takdir sebuah perusahaan raksasa, maupun membentuk landasan hukum sebuah generasi—yang tidak terselubung bayangan seorang advokat yang handal. Tidaklah berlebihan jika kita menyatakan bahwa advokat-advokat ini berperan sebagai mediator rasionalitas di tengah lautan emosi, ambisi, dan ketidakpastian; mereka adalah arsitek pikiran yang membangun landasan argumen yang kokoh, menyaring fakta dari kebohongan, dan mentransformasikan keinginan abstrak menjadi keputusan yang berwujud dan dapat dipertanggungjawabkan. Dalam konteks ini, “keputusan besar” bukanlah sekadar pilihan yang berat semata, melainkan sintesis dari berbagai elemen: hukum, etika, ekonomi, dan politik—semua yang dipadukan oleh tangan seorang profesional yang mahir dalam seni merumuskan argumen dan memahami kerumitan sistem.
Perlu kita akui bahwa peran advokat dalam proses keputusan besar tidaklah sebatas sebagai penafsir hukum semata; mereka adalah aktor yang aktif dalam membentuk kerangka pemikiran di mana keputusan tersebut diambil. Ketika seorang presiden harus membuat keputusan tentang kebijakan luar negeri yang berisiko, ketika seorang dewan direksi harus memutuskan tentang akuisisi perusahaan yang berharga milyaran, atau ketika seorang hakim harus memutuskan kasus yang menantang prinsip-prinsip konstitusional, advokat yang handal berperan sebagai jembatan antara keinginan dan kenyataan, antara harapan dan keterbatasan hukum. Mereka membawa ke meja rapat bukan hanya pengetahuan tentang aturan dan peraturan, melainkan juga kemampuan untuk menganalisis konsekuensi jangka panjang, memprediksi reaksi pihak-pihak terkait, dan merumuskan strategi yang tidak hanya sesuai dengan hukum tetapi juga dengan tujuan yang ingin dicapai. Dalam arti ini, advokat adalah sejenis “filosof yang beraksi”—mereka memikirkan tentang apa yang benar dan baik, tetapi juga tentang bagaimana hal itu dapat diwujudkan dalam dunia yang tidak sempurna.
Selanjutnya, kita tidak dapat mengabaikan bahwa di balik setiap keputusan besar yang berdampak luas, ada proses negosiasi dan debat yang intensif, di mana advokat-advokat berperan sebagai penjaga keadilan dan keadilan. Mereka memastikan bahwa setiap suara didengar, setiap argumen diperiksa dengan cermat, dan setiap keputusan didasarkan pada bukti dan alasan yang sah. Dalam sistem demokrasi yang sehat, advokat adalah penjaga sistem peradilan yang independen, yang mencegah kekuasaan dari menjadi terlalu terkonsentrasi dan mencegah pelanggaran hak asasi manusia. Mereka juga berperan sebagai pendidik, yang menjelaskan kerumitan hukum kepada pihak-pihak yang tidak memiliki pengetahuan hukum, sehingga memungkinkan mereka untuk berpartisipasi secara penuh dalam proses keputusan. Tanpa advokat yang handal, proses keputusan besar akan rentan terhadap kesalahan, prasangka, dan kepentingan semata-mata—yang pada akhirnya akan merusak kepercayaan masyarakat terhadap sistem yang ada.
Namun, kita juga harus menyadari bahwa peran advokat dalam proses keputusan besar tidaklah tanpa kontroversi. Ada kalanya advokat-advokat dikritik karena terlalu memihak pada kepentingan klien mereka, bahkan jika itu berarti melanggar prinsip-prinsip etika atau merusak kepentingan masyarakat. Ada juga kalanya mereka dikritik karena menggunakan keahlian hukum mereka untuk memanfaatkan celah-celah dalam sistem, sehingga memungkinkan pihak-pihak yang berkuasa atau kaya untuk mendapatkan keuntungan yang tidak adil. Namun, kita tidak boleh menyalahkan seluruh profesi advokat karena kelakuan beberapa oknum. Sebaliknya, kita harus melihat bahwa advokat yang handal adalah mereka yang mampu menyeimbangkan kepentingan klien mereka dengan tanggung jawab mereka terhadap masyarakat dan hukum. Mereka memahami bahwa keahlian hukum mereka adalah alat untuk mencapai keadilan, bukan untuk mengeksploitasi sistem.
Dalam konteks global yang semakin kompleks dan saling terhubung, peran advokat yang handal dalam proses keputusan besar menjadi semakin penting. Dengan munculnya masalah-masalah baru seperti perubahan iklim, teknologi digital, dan krisis ekonomi global, keputusan yang dibuat hari ini akan memiliki dampak yang luas pada masa depan manusia. Advokat-advokat yang handal adalah mereka yang mampu memahami kerumitan masalah-masalah ini, merumuskan solusi yang kreatif, dan memastikan bahwa keputusan yang dibuat sesuai dengan hukum dan etika. Mereka juga berperan sebagai jembatan antara negara-negara dan lembaga internasional, memfasilitasi negosiasi dan kerja sama untuk menyelesaikan masalah-masalah global. Tanpa mereka, kita akan kesulitan untuk menghadapi tantangan yang dihadapi oleh dunia saat ini dan masa depan.
Sebagai kesimpulan, kita dapat menyatakan bahwa pernyataan “di balik setiap keputusan besar, ada advokat yang handal” bukanlah sekadar frase yang indah, melainkan realitas yang tidak dapat dipungkiri dalam dunia yang diatur oleh hukum dan aturan. Advokat-advokat yang handal adalah arsitek pikiran, mediator rasionalitas, dan penjaga keadilan yang berperan dalam membentuk takdir manusia. Mereka membawa ke meja rapat pengetahuan, keahlian, dan kepekaan yang diperlukan untuk membuat keputusan yang cerdas, adil, dan berdampak positif. Meskipun ada kontroversi yang menyelimuti profesi ini, kita tidak boleh melupakan kontribusi yang luar biasa yang diberikan oleh advokat-advokat yang handal dalam membangun dunia yang lebih baik. Oleh karena itu, kita harus menghargai dan mendukung mereka dalam menjalankan tugas mereka, dan memastikan bahwa profesi advokat tetap independen, etis, dan berkomitmen pada keadilan.




