![]()

Oleh Daeng Supriyanto SH MH
Pengamat politik
Di tengah lautan perubahan global yang tak terduga, peristiwa yang terjadi di Bulgaria akhir-akhir ini menjadi sorotan dunia. Negara yang terletak di Eropa Timur itu telah mengalami pergeseran kekuasaan yang luar biasa, di mana generasi Z (gen Z) telah muncul sebagai kekuatan yang tak terduga dan berhasil menjatuhkan pemerintahan yang korup. Peristiwa ini tidak hanya menjadi titik balik dalam sejarah Bulgaria, tetapi juga menimbulkan pertanyaan mendalam bagi negara-negara lain di dunia, termasuk Indonesia, apakah mereka akan menghadapi nasib yang sama.
Untuk memahami mengapa Bulgaria jatuh ke tangan gen Z akibat korupsi, kita perlu melihat konteks sejarah dan sosial negara itu. Selama bertahun-tahun, Bulgaria telah menghadapi masalah korupsi yang parah, yang merusak struktur politik, ekonomi, dan sosial negara. Korupsi telah menjadi budaya yang tersemat di berbagai tingkatan pemerintahan, dari pejabat lokal hingga pejabat nasional, dan telah menyebabkan ketidakpercayaan masyarakat terhadap lembaga negara. Generasi Z di Bulgaria, yang lahir dan tumbuh di era digital, telah menyaksikan kerusakan yang ditimbulkan oleh korupsi dan telah memutuskan untuk mengambil tindakan.
Generasi Z di Bulgaria memiliki ciri-ciri yang unik yang membuat mereka berbeda dari generasi sebelumnya. Mereka adalah generasi yang terhubung secara global, memiliki akses ke informasi yang melimpah, dan mampu berkomunikasi dengan cepat dan mudah melalui media sosial. Mereka juga cerdas, kritis, dan memiliki hasrat untuk mengubah dunia menjadi tempat yang lebih baik. Dengan memanfaatkan kekuatan teknologi dan konektivitas mereka, gen Z di Bulgaria telah mampu mengorganisir diri dan melancarkan gerakan protes yang besar dan efektif melawan korupsi.
Gerakan protes yang dipimpin oleh gen Z di Bulgaria bukan hanya tentang menuntut pengunduran diri pemerintahan yang korup, tetapi juga tentang menuntut perubahan mendasar dalam sistem politik dan sosial negara. Mereka ingin membangun negara yang lebih adil, transparan, dan demokratis, di mana hak dan kepentingan semua warga negara dihormati dan dilindungi. Gerakan ini telah menunjukkan bahwa gen Z tidak hanya generasi yang peduli dengan masalah sosial dan politik, tetapi juga generasi yang mampu mengambil tindakan dan membuat perbedaan.
Peristiwa yang terjadi di Bulgaria telah menimbulkan pertanyaan mendalam bagi Indonesia, apakah negara itu akan menghadapi nasib yang sama. Indonesia juga telah menghadapi masalah korupsi yang parah selama bertahun-tahun, yang merusak struktur politik, ekonomi, dan sosial negara. Korupsi telah menjadi salah satu masalah terbesar yang dihadapi oleh Indonesia dan telah menyebabkan ketidakpercayaan masyarakat terhadap lembaga negara. Generasi Z di Indonesia, yang juga lahir dan tumbuh di era digital, telah menyaksikan kerusakan yang ditimbulkan oleh korupsi dan telah memutuskan untuk mengambil tindakan.
Generasi Z di Indonesia memiliki ciri-ciri yang sama dengan gen Z di Bulgaria. Mereka adalah generasi yang terhubung secara global, memiliki akses ke informasi yang melimpah, dan mampu berkomunikasi dengan cepat dan mudah melalui media sosial. Mereka juga cerdas, kritis, dan memiliki hasrat untuk mengubah dunia menjadi tempat yang lebih baik. Dengan memanfaatkan kekuatan teknologi dan konektivitas mereka, gen Z di Indonesia telah mampu mengorganisir diri dan melancarkan gerakan protes yang besar dan efektif melawan korupsi.
Namun, meskipun gen Z di Indonesia memiliki potensi yang besar untuk menjadi kekuatan perubahan, ada juga tantangan yang harus dihadapi. Salah satu tantangan terbesar adalah tingkat polarisasi politik yang tinggi di Indonesia, yang telah menyebabkan perpecahan dalam masyarakat dan membuat sulit untuk mencapai konsensus tentang masalah penting. Tantangan lain adalah kurangnya kesadaran dan pemahaman tentang masalah korupsi di antara sebagian masyarakat Indonesia, terutama di daerah pedalaman. Selain itu, ada juga ancaman dari kelompok yang memiliki kepentingan dalam mempertahankan status quo dan yang bersedia melakukan apa pun untuk mencegah perubahan.
Meskipun ada tantangan yang harus dihadapi, saya percaya bahwa gen Z di Indonesia memiliki potensi yang besar untuk menjadi kekuatan perubahan dan untuk mencegah Indonesia menghadapi nasib yang sama dengan Bulgaria. Untuk mencapai hal ini, gen Z di Indonesia perlu terus bekerja sama dan berkoordinasi dengan satu sama lain, serta dengan kelompok lain di masyarakat yang berbagi visi yang sama. Mereka juga perlu terus meningkatkan kesadaran dan pemahaman tentang masalah korupsi di antara masyarakat Indonesia, serta bekerja untuk memperkuat lembaga negara dan mempromosikan transparansi dan akuntabilitas. Selain itu, pemerintah Indonesia juga perlu mengambil tindakan yang tegas untuk memberantas korupsi dan untuk menciptakan lingkungan yang lebih adil, transparan, dan demokratis untuk semua warga negara.
Kesimpulannya, peristiwa yang terjadi di Bulgaria telah menunjukkan bahwa gen Z adalah kekuatan yang tak terduga yang mampu menjatuhkan pemerintahan yang korup dan membuat perubahan mendasar dalam sistem politik dan sosial negara. Peristiwa ini telah menimbulkan pertanyaan mendalam bagi Indonesia, apakah negara itu akan menghadapi nasib yang sama. Meskipun ada tantangan yang harus dihadapi, saya percaya bahwa gen Z di Indonesia memiliki potensi yang besar untuk menjadi kekuatan perubahan dan untuk mencegah Indonesia menghadapi nasib yang sama dengan Bulgaria. Untuk mencapai hal ini, gen Z di Indonesia perlu terus bekerja sama dan berkoordinasi dengan satu sama lain, serta dengan kelompok lain di masyarakat yang berbagi visi yang sama. Mereka juga perlu terus meningkatkan kesadaran dan pemahaman tentang masalah korupsi di antara masyarakat Indonesia, serta bekerja untuk memperkuat lembaga negara dan mempromosikan transparansi dan akuntabilitas. Selain itu, pemerintah Indonesia juga perlu mengambil tindakan yang tegas untuk memberantas korupsi dan untuk menciptakan lingkungan yang lebih adil, transparan, dan demokratis untuk semua warga negara.




