Detiknews.tv – Palembang, Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan dan Kementrian Hukum dan HAM terus melakukan berbagai upaya dalam melakukan pembinaan terhadap anak-anak yang terlibat masalah hukum khususnya di Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Klas 1 Pakjo Palembang.

Kepala Lapas LPKA klas 1 Pakjo Palembang, Wahyu Hidayat mengatakan dari 109 anak-anak yang terlibat masalah hukum di lapas pakjo, kasus terbesar di dominasi oleh kasus yang terlibat Perlindungan anak. kemudian yang kedua adalah Kasus pencurian dan yang terakhir Kasus narkoba.
Untuk membina anak-anak tersebut, pihaknya mengadakan pendidikan Formal yaitu pendidikan Selfi atau sekolah Filial, dimana sekolah tersebut menerapkan kurikulum pelajaran yang sama dengan sekolah pada umumnya. Program ini pun diharapkan akan mampu menekan angka kriminalitas pada anak saat menjalani proses pembinaan sehingga saat kembali ke masyarakat akan lebih bisa meneruskan pendidikannya.
“Ada pendidikan Formal berupa Selfi atau sekolah pilial dan di akui secara nasional. Pemerintah Kota Palembang pun mengajukan ini Sebagai Inovasi dan berhasil di kemenpan RB dari SD, SMP dan SMA,” ujarnya.
Selain pendidikan Formal Selfi, Wahyu menjelaskan bahwa pihaknya juga membekali anak-anak dengan berbagai keterampilan seperti Keterampilan pendidikan bahasa Inggris dan Komputer.
“untuk membekali keterampilan kita melaksanakan Program pendidikan bahasa inggris dan Komputer. Sudah ada 2 angkatan yang mengikuti,” ujarnya.
Begitupun dengan lembaga Rumah Tahfiz AT Taubah yang baru saja diresmikan di LPKA Pakjo Palembang, Wahyu mengatakan Program ini merupakan bagian dari sarana pembinaan untuk membentuk kepribadian yang baik bagi anak-anak dan memaksimalkan program – program yang sudah ada sebelumnya.
“Kita mengadakan kegiatan pesantren khusus sehingga ada Santri yang akan di Wisuda. Berharap anak-anak akan tergali kemampuan mereka di dalam bidang keagamaan sehingga menjadi bekal bagi mereka setelah mereka keluar dari sini,”harapnya.
Wahyu pun mengatakan, pihaknya juga menjalin seluas-luasnya dengan berbagai steakholders terkait untuk meningkatkan kualitas pembinaan yang ada di LPKA Klas I Pakjo Palembang.
“Kita Menjalin dengan berbagai instansi Pemerintah daerah, Pemerintah Kota dan juga dari dana CSR berupa peralatan pendidikan meja lemari dan Sounds System untuk senam,”ujarnya.
Pada kesempatan itu pula, Kepala Kantor Wilayah Kementrian Hukum dan HAM Sumatera Selatan, Sudirman D. Hury menambahkan akan memberangkat anak-anak di LPKA Pakjo Palembang untuk mengikuti Kegiatan program nasional Jambore Anak sejahtera.
Kegiatan yang akan berlangsung pada tanggal 4 Agustus tersebut, aka di ikuti oleh anak-anak yang bermasalah dengan seluruh Indonesia. Sudirman mengatakan ini menjadi hal yang sangat baik sebagai ajang sharing bagi anak-anak untuk diambil menjadi sebuah pelajaran.
“Pada tanggal 4 agustus itu menandai momen perubahan lembaga pemasyarakan khusus anak menjadi lembaga pembinaan khusus masyarakat, mereka penting kita gabungan dengan anak – anak yang bermasalah dengan hukum seluruh Indonesia, Nanti hasil dari mereka berinteraksi disana dapat dijadikan pelajaran untuk saling berbagi dengan anak-anak yang ada di Palembang,”jelasnya.
Sementara Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru yang turut hadir pada kesempatan itu mendukung penuh pembinaan bagi anak-anak yang ada di LPKA Pakjo Palembang.
Deru berencana akan memberikan bantuan berupa tiga buah unit Komputer untuk memaksimalkan potensi anak-anak. Bahkan pada program nasional Jambore Anak Sejahtera, Deru bersedia mengeluarkan Kocek pribadinya untuk memberangkatkan anak-anak pergi ke Tangerang.
“Saya akan membantu 3 unit personal komputer masing – masing 1 unit untuk SD, SMP dan SMA. Nanti akan kami berangkatkan juga beberapa anak Ketanggerang, tinggal di ajukan dan akan ada dana dari kami,” tegasnya.
( Laporan: Andre)