![]()

Opini Daeng Supriyanto SH MH
Pengamat hukum internasional
Di tengah lingkaran kekuasaan yang seharusnya menjadi simbol integritas dan tanggung jawab, munculnya kasus tuduhan suap dan campur tangan dalam urusan negara terhadap mantan ibu negara Korea Selatan Kim Keon Hee merupakan peristiwa yang sangat memalukan dan mengkhawatirkan. Tuduhan yang ditetapkan oleh jaksa hari ini (29/12/2025) bahwa dia telah menerima suap mewah senilai lebih dari USD200.000, termasuk karya seni, perhiasan, dan tas tangan, serta dituduh ikut campur dalam urusan negara, bukan hanya merupakan masalah pribadi bagi dirinya sendiri, tetapi juga menimbulkan pertanyaan mendalam tentang kesehatan sistem politik dan hukum di Korea Selatan.
Secara konseptual, posisi mantan ibu negara adalah posisi yang memiliki dampak signifikan terhadap citra dan kepercayaan publik pada pemerintahan. Meskipun mereka tidak memiliki wewenang resmi seperti presiden atau pejabat pemerintah lainnya, mereka seringkali menjadi simbol kebijakan dan nilai – nilai pemerintah. Oleh karena itu, setiap tindakan atau perilaku mereka yang mencurigakan dapat memiliki efek yang luas pada opini publik dan stabilitas politik. Dalam kasus Kim Keon Hee, tuduhan suap dan campur tangan dalam urusan negara tidak hanya merusak citra pribadinya, tetapi juga menimbulkan keraguan tentang integritas dan kepercayaan pada pemerintahan mantan presiden Yoon Suk Yeol.
Dari sisi hukum, tuduhan yang ditetapkan terhadap Kim Keon Hee adalah serius dan membutuhkan pembuktian yang kuat. Jaksa telah melakukan penyelidikan yang mendalam selama beberapa bulan dan telah mengumpulkan bukti yang mereka anggap cukup untuk menuntutnya. Namun, penting untuk diingat bahwa semua tersangka bersifat tidak bersalah sampai terbukti bersalah di pengadilan. Oleh karena itu, proses hukum harus berjalan dengan adil dan transparan, dan Kim Keon Hee harus diberikan kesempatan yang layak untuk membela diri.
Selain itu, kasus ini juga menyoroti masalah yang lebih luas tentang korupsi dan penyalahgunaan kekuasaan di Korea Selatan. Meskipun negara ini telah melakukan upaya signifikan untuk memerangi korupsi selama beberapa tahun terakhir, kasus – kasus seperti ini menunjukkan bahwa masalah ini masih tetap menjadi tantangan yang serius. Korupsi tidak hanya merusak ekonomi dan pengembangan negara, tetapi juga merusak kepercayaan publik pada pemerintah dan lembaga – lembaga masyarakat sipil. Oleh karena itu, penting untuk mengambil langkah – langkah yang tegas untuk memerangi korupsi dan memastikan bahwa semua orang, tanpa memandang status atau kedudukan mereka, tunduk pada hukum.
Dalam konteks hubungan internasional, kasus ini juga dapat memiliki dampak pada citra dan reputasi Korea Selatan di mata dunia. Korea Selatan adalah negara yang aktif di panggung internasional dan memiliki peran penting dalam regional dan kebijakan luar negeri global. Oleh karena itu, setiap peristiwa yang menimbulkan keraguan tentang stabilitas politik dan hukum di negara ini dapat memiliki efek yang negatif pada hubungan internasionalnya dan kemampuannya untuk berpartisipasi secara efektif dalam urusan global. Namun, penting untuk diingat bahwa kasus ini adalah masalah dalam negeri dan harus ditangani sesuai dengan hukum dan peraturan Korea Selatan.
Selain itu, kasus ini juga menimbulkan pertanyaan tentang peran dan tanggung jawab istri presiden di Korea Selatan. Meskipun istri presiden tidak memiliki wewenang resmi, mereka seringkali memainkan peran yang penting dalam kehidupan politik dan sosial negara. Oleh karena itu, penting untuk memastikan bahwa mereka memahami tanggung jawab dan kewajiban mereka dan bertindak dengan cara yang sesuai dengan harapan publik. Dalam kasus Kim Keon Hee, tuduhan suap dan campur tangan dalam urusan negara menunjukkan bahwa mungkin ada kebutuhan untuk memperkuat peraturan dan pedoman tentang peran dan tanggung jawab istri presiden.
Terakhir, kasus ini juga merupakan pengingat bagi kita semua tentang pentingnya kebenaran dan transparansi dalam kehidupan publik. Dalam dunia yang semakin kompleks dan terhubung, kebenaran dan transparansi menjadi semakin penting untuk membangun kepercayaan dan kepercayaan publik. Oleh karena itu, penting untuk memastikan bahwa semua informasi yang diberikan kepada publik adalah akurat dan terpercaya, dan bahwa proses – proses pemerintah dan lembaga – lembaga masyarakat sipil adalah transparan dan akuntabel.
Kesimpulannya, kasus tuduhan suap dan campur tangan dalam urusan negara terhadap mantan ibu negara Korea Selatan Kim Keon Hee adalah peristiwa yang sangat memalukan dan mengkhawatirkan. Kasus ini menimbulkan pertanyaan mendalam tentang kesehatan sistem politik dan hukum di Korea Selatan, serta masalah yang lebih luas tentang korupsi dan penyalahgunaan kekuasaan. Penting untuk memastikan bahwa proses hukum berjalan dengan adil dan transparan, dan bahwa Kim Keon Hee diberikan kesempatan yang layak untuk membela diri. Selain itu, penting untuk mengambil langkah – langkah yang tegas untuk memerangi korupsi dan memastikan bahwa semua orang, tanpa memandang status atau kedudukan mereka, tunduk pada hukum. Akhirnya, kasus ini juga merupakan pengingat bagi kita semua tentang pentingnya kebenaran dan transparansi dalam kehidupan publik.




