![]()

Detiknews.tv – Palembang | Dewan Pimpinan Majelis Ulama Indonesia Provinsi Sumatera Selatan (MUI Sumsel) periode 2026–2031 secara resmi bersiap melaksanakan prosesi pengukuhan MUI Sumsel. Agenda sakral bagi organisasi ulama tertinggi di Bumi Sriwijaya ini dijadwalkan berlangsung di Griya Agung Palembang.
Kepengurusan baru ini dinakhodai oleh Dr. K.H. Supadmi Kohar, M.M., yang terpilih sebagai Ketua Umum berdasarkan hasil Musyawarah Daerah (Musda) XI MUI Sumsel pada 7–9 Agustus 2026 lalu di Asrama Haji Palembang. Penetapan ini diperkuat melalui Surat Keputusan Dewan Pimpinan MUI Pusat Nomor Kep-94/DP-MUI/IX/2026 yang ditandatangani langsung oleh Ketua Umum MUI Pusat K.H. M. Anwar Iskandar dan Sekretaris Jenderal Buya Amirsyah Tambunan.
Menjelang pengukuhan, Ketua Umum terpilih yang akrab disapa Kiai Padmi ini menekankan pentingnya soliditas internal demi kemaslahatan umat. Ia berharap seluruh jajaran pengurus baru dapat mengedepankan nilai persaudaraan dan persatuan.
“Kalau kebersamaan terjalin kuat dan komunikasi berjalan lancar, maka apa pun program MUI Sumsel ke depan pasti bisa dijalankan dengan baik,” ujar Supadmi Kohar.
Ia juga menambahkan bahwa penataan personel di setiap komisi pada periode ini didasarkan atas kompetensi di bidang masing-masing. Langkah ini diambil guna menghasilkan program kerja terbaik yang berorientasi pada kepentingan dakwah sekaligus membawa kemandirian bagi organisasi.
Acara pengukuhan di Griya Agung nanti diproyeksikan dihadiri oleh jajaran Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan, tokoh agama, pimpinan organisasi kemasyarakatan Islam, serta perwakilan dari Dewan Pimpinan MUI Pusat. Pengukuhan ini sekaligus menandai dimulainya masa khidmat lima tahun ke depan bagi para ulama dan zuama di Sumsel untuk membimbing umat dan memperkuat ukhuwah Islamiyah.
Momentum di Griya Agung ini sekaligus menjadi awal bagi kepengurusan MUI Sumsel periode lima tahun ke depan untuk menjalankan amanah organisasi dan memperkuat peran ulama dalam kehidupan umat dan masyarakat Sumatera Selatan.
Ketua Umum MUI Sumsel Dr. K.H. Supadmi Kohar, MM., CP.Ht. mengatakan, kepengurusan baru harus dibangun dengan semangat persaudaraan, kebersamaan dan persatuan. Menurutnya, kekuatan organisasi akan semakin kokoh apabila komunikasi antarpengurus berjalan dengan baik.
“Kalau kebersamaan terjalin kuat, komunikasi berjalan lancar sehingga program bisa dijalankan,” ujar Supadmi.
Pesan tersebut disampaikannya saat melakukan silaturahmi dengan jajaran Komisi Ekonomi Syariah serta Komisi Informasi dan Media Massa MUI Sumsel di Kantor MUI Sumsel, Jalan Rambutan No.18 Palembang.
Dalam pertemuan itu, masing-masing anggota komisi memperkenalkan diri dan menyampaikan gagasan mengenai program yang akan dijalankan. Supadmi berharap seluruh komisi dapat bekerja sesuai kompetensi masing-masing dan menyusun program yang memberikan manfaat nyata bagi umat.
Menurut Supadmi, jajaran kepengurusan periode 2026–2031 dipilih dengan mempertimbangkan kompetensi personal di bidang masing-masing. Karena itu, potensi yang dimiliki setiap pengurus harus diarahkan untuk memperkuat pelayanan dan dakwah.
Salah satu perhatian utama kepengurusan baru adalah bagaimana MUI Sumsel semakin dekat dengan umat. MUI diharapkan tidak hanya hadir dalam agenda seremonial, tetapi mampu menjadi tempat masyarakat memperoleh panduan dalam menghadapi berbagai persoalan keagamaan dan sosial kemasyarakatan.
“Terpenting ke depannya, mengoptimalkan fungsi MUI agar selalu berada di tengah-tengah umat sehingga keberadaan ataupun kehadiran MUI dirasakan,” tegasnya.
Supadmi sebelumnya juga telah menyampaikan sejumlah program prioritas setelah terpilih dalam Musda XI. Selain mendekatkan MUI dengan umat, perhatian diarahkan pada penguatan kaderisasi ulama dan generasi muda.
Menurutnya, Sumatera Selatan membutuhkan generasi ulama yang memiliki kedalaman ilmu agama sekaligus mampu memahami perkembangan zaman. Kaderisasi menjadi bagian penting untuk memastikan kesinambungan dakwah dan pelayanan umat pada masa mendatang.
Kepengurusan MUI Sumsel juga akan memperkuat sinergi antara ulama, zuama dan umara. Kolaborasi dengan pemerintah, akademisi, dunia usaha dan berbagai elemen masyarakat dinilai penting dalam menghadapi persoalan umat yang semakin beragam.
Di era digital, dakwah melalui teknologi dan media massa juga menjadi perhatian. MUI Sumsel didorong untuk semakin aktif memanfaatkan media digital sebagai sarana dakwah yang edukatif, sejuk, moderat dan mencerahkan.
Program lainnya meliputi penguatan dakwah, pendidikan, ekonomi umat, keluarga, kesehatan sosial, pemberdayaan perempuan dan remaja, serta kerukunan umat beragama.
Seluruh agenda tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai program di atas kertas. Kepengurusan MUI Sumsel periode 2026–2031 dituntut mampu menerjemahkan amanah Musda menjadi kerja nyata yang dirasakan masyarakat.
Karena itu, 23 September 2026 di Griya Agung bukan sekadar seremoni pengukuhan. Momentum tersebut menjadi penanda dimulainya perjalanan kepengurusan baru MUI Sumsel dalam memperkuat persatuan, meningkatkan pelayanan umat, memperluas dakwah dan menghadirkan peran ulama yang semakin dekat dengan kehidupan masyarakat.
Dengan semangat kebersamaan dan persaudaraan, MUI Sumsel diharapkan mampu menjalankan amanah tersebut secara konsisten, sehingga keberadaan MUI benar-benar dirasakan di tengah umat Sumatera Selatan. (*)



