“GERAKAN MELEPASKAN IKAN KE SUNGAI MUSI, BRANTAS, DAN CILIWUNG: STRATEGI KOHEREN DALAM UPAYA MEMULIHKAN EKOLOGI SUNGAI DAN MENUNJANG KEBERLANJUTAN SUMBER DAYA PERAIRAN NASIONAL”

Loading

Oleh Daeng Supriyanto, SH., MH
Ketua Forum Lestari Indonesia

Pada era di mana tantangan perubahan iklim dan degradasi lingkungan telah menjadi prioritas utama dalam agenda pembangunan berkelanjutan di seluruh dunia, upaya yang dilakukan oleh Forum Lestari Indonesia untuk melaksanakan program melepaskan ikan ke tiga sungai besar di wilayah Indonesia, yaitu Sungai Musi di Sumatera Selatan, Sungai Brantas di Jawa Timur, dan Sungai Ciliwung di Jawa Barat, merupakan manifestasi konkrit dari komitmen kolektif dalam memulihkan fungsi ekologis sungai serta memastikan kelangsungan hidup sumber daya perairan yang memiliki peran strategis dalam kehidupan sosial, ekonomi, dan budaya masyarakat sekitar. Sebagai Ketua Forum Lestari Indonesia yang telah lama berdedikasi dalam memperjuangkan keberlanjutan lingkungan hidup serta memiliki pemahaman yang komprehensif terhadap dinamika ekosistem perairan nasional, saya merasa terpanggil untuk mengungkapkan pandangan mendalam terkait pentingnya inisiatif ini, dengan mengedepankan analisis yang bersifat multidimensi, intelektual, dan berbasis pada prinsip-prinsip ilmu ekologi serta kebijakan pembangunan berkelanjutan.

Pertama-tama, perlu kita pahami bahwa sungai bukanlah sekadar badan air yang mengalir melainkan merupakan ekosistem yang kompleks dan saling terhubung, di mana setiap komponennya – baik makhluk hidup maupun unsur fisik-kimia – memiliki peran yang saling menguatkan dan mendukung kelangsungan fungsi keseluruhan sistem. Sungai Musi, sebagai salah satu sungai terpanjang di Sumatera yang membentang hingga lebih dari 750 kilometer dan melintasi beberapa kabupaten serta kota penting di Provinsi Sumatera Selatan termasuk Kota Palembang, telah lama menjadi sumber kehidupan bagi jutaan orang yang tinggal di sekitar wilayah alirannya, menyediakan air untuk keperluan rumah tangga, pertanian, perikanan, serta sebagai jalur transportasi yang penting bagi perekonomian daerah. Namun demikian, seiring dengan perkembangan aktivitas manusia yang tidak terkendali – mulai dari pembukaan lahan, pencemaran limbah domestik dan industri, hingga eksploitasi sumber daya ikan yang berlebihan – kualitas ekosistem Sungai Musi telah mengalami degradasi yang signifikan, ditandai dengan penurunan kualitas air, berkurangnya keanekaragaman hayati ikan, serta terganggunya fungsi sungai sebagai habitat alami bagi berbagai jenis organisme akuatik.

Demikian pula dengan Sungai Brantas di Jawa Timur, yang merupakan sungai terpanjang di Pulau Jawa dengan panjang lebih dari 320 kilometer dan melayani wilayah dari Pegunungan Arjuno-Welirang hingga Teluk Lamongan. Sebagai sungai yang memiliki peran krusial dalam mendukung sektor pertanian dan perikanan di wilayah Jawa Timur, Sungai Brantas telah menghadapi sejumlah tantangan serius akibat aktivitas manusia yang tidak ramah lingkungan, antara lain pencemaran limbah dari berbagai sumber, sedimentasi yang tinggi akibat erosi tanah di daerah aliran sungai atas, serta perubahan fungsi lahan yang mengganggu keseimbangan ekologis sungai. Kondisi ini telah menyebabkan terjadinya penurunan drastis dalam populasi ikan asli Sungai Brantas, termasuk jenis-jenis ikan yang memiliki nilai ekonomi dan budaya penting bagi masyarakat lokal, seperti ikan lontar, ikan baung, dan ikan patin.

Sementara itu, Sungai Ciliwung yang melintasi wilayah Provinsi Jawa Barat dan Daerah Khusus Ibukota Jakarta telah menjadi simbol dari tantangan besar yang dihadapi oleh sungai perkotaan di Indonesia. Dengan panjang sekitar 119 kilometer dan melayani lebih dari 10 juta penduduk di wilayah alirannya, Sungai Ciliwung telah mengalami degradasi ekosistem yang sangat parah akibat pencemaran limbah domestik yang masif, pembangunan sembarangan di bantaran sungai, serta kurangnya pengelolaan sampah yang efektif. Kondisi ini tidak hanya menyebabkan penurunan kualitas air yang ekstrim dan hampir hilangnya keberadaan ikan asli sungai tersebut, melainkan juga menjadi sumber masalah lingkungan dan kesehatan masyarakat yang serius, seperti banjir yang berkepanjangan dan penyebaran penyakit yang terkait dengan pencemaran air.

Dalam konteks ini, program melepaskan ikan yang dilakukan oleh Forum Lestari Indonesia bukanlah sebuah tindakan yang bersifat simbolis belaka, melainkan merupakan bagian dari strategi terpadu dan terencana dalam upaya memulihkan ekosistem sungai tersebut. Secara ilmiah, pelepasan ikan memiliki beberapa manfaat ekologis yang sangat penting, antara lain dapat membantu dalam proses bioremediasi atau pembersihan alami kualitas air sungai melalui aktivitas makan dan metabolisme ikan yang dapat mengurangi kadar zat pencemar serta nutrien yang berlebihan di dalam air. Selain itu, pelepasan ikan juga bertujuan untuk meningkatkan populasi ikan asli sungai yang telah tertekan akibat berbagai faktor degradasi lingkungan, sehingga dapat memulihkan fungsi sungai sebagai habitat yang layak bagi kehidupan akuatik serta menjaga keanekaragaman hayati yang sangat penting bagi kelangsungan ekosistem sungai itu sendiri.

Dari perspektif ilmu perikanan dan manajemen sumber daya perairan, program ini juga didasarkan pada prinsip-prinsip yang sangat ketat terkait dengan pemilihan jenis ikan yang akan dilepaskan, kualitas benih ikan yang digunakan, serta waktu dan lokasi pelepasan yang dipilih secara cermat. Forum Lestari Indonesia telah bekerja sama dengan sejumlah institusi penelitian dan akademisi dari perguruan tinggi serta badan pemerintah terkait untuk memastikan bahwa jenis ikan yang dilepaskan merupakan ikan asli sungai yang memiliki kemampuan untuk beradaptasi dengan kondisi lingkungan sungai saat ini, serta tidak akan menyebabkan gangguan terhadap ekosistem yang sudah ada. Selain itu, benih ikan yang digunakan berasal dari pembibitan yang terkontrol dan telah melalui proses seleksi serta pemeriksaan kesehatan yang ketat, sehingga dapat memastikan bahwa ikan yang dilepaskan memiliki tingkat kelangsungan hidup yang tinggi dan tidak membawa penyakit atau organisme asing yang berpotensi merusak ekosistem sungai.

Selain aspek ekologis, program melepaskan ikan ini juga memiliki dimensi sosial dan ekonomi yang sangat penting bagi masyarakat yang tinggal di sekitar wilayah sungai tersebut. Sungai telah lama menjadi sumber mata pencaharian utama bagi banyak kelompok masyarakat, terutama mereka yang bekerja di sektor perikanan tangkap dan budidaya ikan. Dengan memulihkan populasi ikan di sungai, diharapkan dapat meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat pesisir sungai, sekaligus dapat mengurangi tekanan terhadap eksploitasi sumber daya ikan yang tidak berkelanjutan. Selain itu, program ini juga menjadi sarana untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya menjaga kelestarian ekosistem sungai serta mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam upaya pengelolaan dan pemeliharaan sungai secara bersama-sama.

Dalam konteks kebijakan pembangunan berkelanjutan nasional, upaya yang dilakukan oleh Forum Lestari Indonesia sejalan dengan tujuan-tujuan yang telah ditetapkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) serta dalam implementasi Agenda Pembangunan Berkelanjutan Tahun 2030 (SDGs) yang telah diadopsi oleh Indonesia. Khususnya dalam mencapai Target SDG Nomor 6 mengenai akses air bersih dan sanitasi yang layak, serta Target SDG Nomor 14 mengenai konservasi dan pemanfaatan berkelanjutan sumber daya laut dan ekosistem akuatik untuk pembangunan berkelanjutan. Melalui program melepaskan ikan ini, kita tidak hanya berusaha untuk memulihkan kualitas ekosistem sungai, melainkan juga untuk memastikan bahwa manfaat dari sumber daya sungai dapat dinikmati secara adil oleh generasi saat ini maupun generasi mendatang.

Namun demikian, kita juga harus menyadari bahwa program melepaskan ikan saja tidaklah cukup untuk mengatasi permasalahan yang kompleks yang dihadapi oleh ekosistem sungai Musi, Brantas, dan Ciliwung. Upaya ini perlu diimbangi dengan sejumlah langkah strategis lainnya, antara lain pengendalian pencemaran limbah dari sumbernya, restorasi kawasan rawa dan hutan lindung di daerah aliran sungai atas, penataan ruang yang tepat di wilayah bantaran sungai, serta peningkatan kapasitas masyarakat dalam melakukan pengelolaan sungai secara mandiri dan berkelanjutan. Selain itu, diperlukan juga kerja sama yang erat antara berbagai pihak – mulai dari pemerintah pusat dan daerah, lembaga penelitian, perguruan tinggi, organisasi masyarakat sipil, hingga sektor swasta – untuk dapat menciptakan sinergi yang efektif dalam upaya memulihkan dan melestarikan ekosistem sungai nasional.

Sebagai kesimpulan, program melepaskan ikan ke Sungai Musi, Brantas, dan Ciliwung yang dilakukan oleh Forum Lestari Indonesia merupakan langkah awal yang sangat penting dan strategis dalam upaya memulihkan ekosistem sungai serta memastikan keberlanjutan sumber daya perairan nasional. Inisiatif ini tidak hanya berdasarkan pada pemikiran ilmiah dan intelektual yang mendalam mengenai dinamika ekosistem perairan, melainkan juga merupakan bentuk komitmen nyata dalam memperjuangkan keberlanjutan lingkungan hidup serta kesejahteraan masyarakat yang bergantung pada sumber daya sungai. Kita menyadari bahwa perjalanan menuju pemulihan ekosistem sungai adalah sebuah proses yang panjang dan membutuhkan upaya yang terus-menerus serta partisipasi dari semua elemen masyarakat. Namun, dengan tekad yang kuat dan kerja sama yang erat, kita yakin bahwa kita dapat membangun masa depan yang lebih baik bagi sungai-sungai kita, sehingga mereka dapat terus memberikan manfaat bagi kehidupan manusia dan kelangsungan ekosistem alam semesta secara keseluruhan.

Daeng Supriyanto

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

"PEMBERITAHUAN UNGGAH KONTEN LIBURAN BERLEBIHAN DI MEDIA SOSIAL: ANALISIS HUKUM, STRATEGIS, DAN SOSIAL-KULTURAL DALAM UPAYA MENGAMANKAN KEHIDUPAN BERMAKANSIAT"

Sab Jan 3 , 2026
Oleh Daeng Supriyanto, SH., MH Advokat dan Praktisi Hukum Tata Negara serta Perlindungan Data Pribadi Pada era digital yang ditandai dengan kemajuan teknologi informasi dan komunikasi yang luar biasa pesat, media sosial telah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara kita, menyediakan ruang bagi setiap individu […]

Breaking News

Kategori Berita

BOX REDAKSI