![]()

OPINI
Oleh Daeng Supriyanto SH MH, Tokoh Asosiasi Pelaku Olahraga Nasional
Dalam kerangka kehidupan berbangsa dan bernegara, olahraga tidak sekadar berdiri sebagai aktivitas fisik yang menguji batas kemampuan manusia semata, melainkan sebagai instrumen yang memiliki dimensi multidimensional—sebagai wahana pembinaan karakter, penguat identitas nasional, dan agen pembangunan sosial yang mampu menyatukan berbagai elemen masyarakat yang beragam latar belakang etnis, agama, dan budaya. Ketika Kapolri Jenderal Polisi Dr. Listyo Sigit Prabowo memberikan penghargaan kepada para atlet Indonesia yang telah bersinar di ajang SEA Games ke-32 yang berlangsung di Kamboja pada bulan Mei 2023 lalu, momen tersebut bukanlah sekadar bentuk apresiasi terhadap prestasi atletik semata, melainkan sebuah perwujudan nyata dari pengakuan negara akan peran sentral atlet sebagai “patriot bangsa” yang dengan cara mereka sendiri berjasa dalam membangun martabat dan kebanggaan bangsa di kancah regional bahkan internasional. Sebagai seorang tokoh yang telah berkecimpung dalam dunia olahraga nasional selama lebih dari dua dekade, saya melihat bahwa penghargaan yang diberikan oleh Kapolri ini memiliki makna yang sangat mendalam dan menjadi titik temu antara institusi keamanan negara dengan dunia olahraga yang selama ini seringkali dilihat sebagai dua ranah yang terpisah, namun pada kenyataannya memiliki tujuan yang sama: membangun Indonesia yang lebih baik, kuat, dan disegani.
Olahraga Sebagai Bentuk Patriotisme yang Konstruktif
Konsep patriotisme dalam konteks kebangsaan Indonesia telah lama diasosiasikan dengan pengorbanan dalam medan perang, perjuangan kemerdekaan, atau kontribusi dalam bidang politik dan ekonomi. Namun, dalam era modern yang ditandai dengan persaingan global yang semakin ketat baik di bidang ekonomi, teknologi, maupun budaya, patriotisme telah mengalami evolusi makna yang lebih luas dan inklusif. Olahraga menjadi salah satu bentuk patriotisme yang paling konstruktif dan mudah diterima oleh seluruh lapisan masyarakat, karena melalui prestasi atletik, nilai-nilai kebangsaan seperti gotong royong, kerja keras, pantang menyerah, dan rasa cinta tanah air dapat diwujudkan dalam bentuk yang konkrit dan dapat dilihat secara langsung oleh seluruh rakyat.
Para atlet yang berpartisipasi dalam SEA Games bukan hanya perwakilan dari diri mereka sendiri atau klub olahraga yang mereka wakili, melainkan perwakilan dari seluruh bangsa Indonesia. Setiap langkah, setiap lompatan, setiap pukulan yang mereka lemparkan di atas panggung kompetisi merupakan wujud dari dedikasi mereka terhadap tanah air. Mereka menghabiskan tahun-tahun lamanya untuk berlatih dengan penuh disiplin, mengorbankan waktu bersama keluarga dan kesempatan untuk mengejar karir lain yang mungkin lebih menguntungkan secara materiil, semata-mata untuk dapat membawa nama baik Indonesia ke kancah internasional. Dalam konteks ini, gelar “patriot bangsa” yang diberikan oleh Kapolri kepada para atlet bukanlah sekadar julukan kosong, melainkan sebuah pengakuan yang tepat dan layak terhadap kontribusi mereka yang sebenarnya telah melakukan perjuangan yang tidak kalah beratnya dengan para pahlawan kemerdekaan dalam zamannya.
Selain itu, prestasi atlet SEA Games juga memiliki dampak yang sangat besar terhadap semangat dan kebanggaan nasional. Ketika kita melihat warna merah putih berkibar di atas podium dan lagu kebangsaan Indonesia Raya berkumandang di ajang internasional, perasaan bangga yang muncul di hati setiap rakyat Indonesia tidak dapat diukur dengan materi apa pun. Momen tersebut mampu menyatukan hati dan pikiran seluruh bangsa, melampaui perbedaan politik, agama, suku, dan golongan, serta membangkitkan semangat untuk bekerja keras dan berkontribusi bagi kemajuan bangsa. Dalam hal ini, peran atlet sebagai pembangkit semangat nasional tidak kalah pentingnya dengan peran pemimpin negara atau tokoh masyarakat dalam membangun semangat kebangsaan.
Makna Penghargaan dari Kapolri: Sinergi Antar Institusi untuk Membangun Bangsa
Pengumuman penghargaan oleh Kapolri kepada para atlet SEA Games memiliki makna yang lebih dalam daripada sekadar bentuk apresiasi individu atau institusi. Sebagai kepala institusi kepolisian yang memiliki peran utama dalam menjaga keamanan dan ketertiban negara, Kapolri tidak hanya fokus pada tugasnya dalam bidang keamanan semata, melainkan juga menunjukkan perhatian yang serius terhadap pembangunan sumber daya manusia dan penguatan nilai-nilai kebangsaan melalui olahraga. Hal ini merupakan bentuk sinergi antar institusi negara yang sangat penting dalam membangun bangsa, karena membuktikan bahwa berbagai elemen negara memiliki kesadaran bersama akan pentingnya olahraga sebagai instrumen pembangunan nasional.
Penghargaan yang diberikan berupa uang pembinaan, beasiswa pendidikan, serta bantuan fasilitas olahraga bagi atlet dan pelatih bukan hanya akan memberikan manfaat secara materiil bagi para penerimanya, tetapi juga akan memberikan dampak yang lebih luas bagi perkembangan olahraga nasional secara keseluruhan. Uang pembinaan dapat digunakan untuk meningkatkan kualitas pelatihan dan persiapan atlet untuk ajang kompetisi yang lebih tinggi seperti Asian Games atau Olimpiade. Beasiswa pendidikan akan memberikan kesempatan bagi atlet untuk melanjutkan pendidikan mereka, sehingga mereka memiliki bekal yang cukup untuk menghadapi kehidupan setelah masa karier atletik mereka berakhir. Bantuan fasilitas olahraga akan membantu meningkatkan infrastruktur olahraga di daerah-daerah, sehingga dapat menghasilkan bibit-bibit atlet muda yang berkualitas di masa depan.
Selain itu, penghargaan dari Kapolri juga memiliki makna simbolis yang kuat dalam menunjukkan bahwa negara menghargai dan menghormati kontribusi para atlet terhadap bangsa. Hal ini akan menjadi dorongan yang besar bagi para atlet muda untuk terus berlatih dan mengejar prestasi di bidang olahraga, karena mereka melihat bahwa prestasi mereka akan dihargai dan diakui oleh negara dan masyarakat. Dalam jangka panjang, hal ini akan berdampak positif pada peningkatan kualitas dan kuantitas atlet muda yang berkualitas di Indonesia, yang pada akhirnya akan membawa Indonesia menjadi salah satu kekuatan olahraga di kawasan Asia bahkan dunia.
Olahraga Sebagai Instrumen Pencegahan Kenakalan Remaja dan Pembangunan Sosial
Selain sebagai wahana pengembangan prestasi atletik dan penguatan identitas nasional, olahraga juga memiliki peran yang sangat penting dalam pencegahan kenakalan remaja dan pembangunan sosial. Di era yang penuh dengan tantangan seperti kemajuan teknologi yang pesat, perubahan nilai-nilai, dan masalah sosial seperti penyalahgunaan narkoba, pergaulan bebas, dan kekerasan anak muda, olahraga dapat menjadi alternatif yang positif dan konstruktif bagi anak muda untuk menghabiskan waktu luang mereka. Melalui olahraga, anak muda dapat belajar tentang disiplin, kerja sama tim, rasa tanggung jawab, dan nilai-nilai positif lainnya yang akan membantu mereka dalam menghadapi kehidupan di masa depan.
Sebagai institusi yang memiliki peran penting dalam pencegahan dan penanggulangan masalah sosial, kepolisian memiliki kepentingan yang besar dalam mengembangkan olahraga sebagai instrumen pembangunan sosial. Dengan memberikan penghargaan kepada para atlet SEA Games, Kapolri tidak hanya memberikan apresiasi terhadap prestasi mereka, tetapi juga memberikan contoh yang baik bagi anak muda bahwa prestasi yang positif dan bermanfaat bagi masyarakat akan dihargai dan diakui oleh negara. Hal ini akan menjadi motivasi yang besar bagi anak muda untuk terlibat dalam olahraga dan menghindari perilaku yang negatif dan merusak.
Selain itu, kerja sama antara kepolisian dengan dunia olahraga juga dapat dilakukan dalam berbagai bidang lain, seperti penyelenggaraan kompetisi olahraga tingkat daerah dan nasional, pembinaan pelatih dan wasit olahraga, serta pengembangan infrastruktur olahraga di daerah-daerah. Kerjasama semacam ini tidak hanya akan membantu meningkatkan perkembangan olahraga nasional, tetapi juga akan membantu mempererat hubungan antara kepolisian dengan masyarakat, khususnya dengan anak muda. Hal ini sangat penting dalam membangun kepercayaan masyarakat terhadap kepolisian dan menciptakan lingkungan yang aman dan damai bagi pembangunan nasional.
Tantangan dan Harapan Masa Depan Olahraga Nasional
Meskipun prestasi atlet Indonesia di SEA Games ke-32 dapat kita banggakan, namun kita tidak dapat menyembunyikan bahwa masih terdapat berbagai tantangan yang perlu diatasi agar olahraga nasional dapat berkembang lebih maju dan mencapai prestasi yang lebih tinggi di masa depan. Beberapa tantangan tersebut antara lain:
– Kurangnya pendanaan yang memadai untuk pengembangan olahraga di tingkat dasar dan elit. Banyak klub olahraga dan pembina olahraga di daerah-daerah yang kesulitan untuk menyediakan fasilitas pelatihan yang memadai dan memberikan penghasilan yang layak bagi pelatih dan atlet.
– Kurangnya sistem pembinaan atlet yang terpadu dan berkelanjutan dari tingkat pemula hingga elit. Banyak bibit atlet muda yang memiliki potensi besar namun tidak dapat dikembangkan dengan baik karena kurangnya perhatian dan dukungan dari pemerintah dan masyarakat.
– Kurangnya kesadaran masyarakat akan pentingnya olahraga sebagai bagian dari gaya hidup sehat dan sebagai instrumen pembangunan sosial. Banyak orang yang masih menganggap olahraga hanya sebagai hiburan semata dan tidak memiliki manfaat yang besar bagi perkembangan diri dan masyarakat.
– Kurangnya kerja sama yang efektif antara berbagai pihak yang terkait dengan pengembangan olahraga, seperti pemerintah pusat dan daerah, klub olahraga, perguruan tinggi, dan masyarakat. Banyak program pengembangan olahraga yang tidak terkoordinasi dengan baik dan menghasilkan duplikasi usaha serta pemborosan sumber daya.
Untuk mengatasi tantangan-tantangan tersebut, diperlukan upaya yang komprehensif dan terkoordinasi dari seluruh elemen masyarakat, mulai dari pemerintah, dunia usaha, organisasi olahraga, hingga masyarakat luas. Beberapa langkah yang dapat dilakukan antara lain:
– Meningkatkan pendanaan untuk pengembangan olahraga melalui berbagai sumber, seperti anggaran negara, kontribusi dari dunia usaha, dan bantuan internasional. Pendanaan yang tersedia harus digunakan secara efektif dan efisien untuk memastikan bahwa manfaatnya dapat dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat.
– Membangun sistem pembinaan atlet yang terpadu mulai dari tingkat sekolah dasar hingga tingkat elit. Sistem ini harus mencakup pembinaan teknik atletik, pendidikan akademik, serta pembinaan karakter dan nilai-nilai kebangsaan bagi para atlet muda.
– Meningkatkan sosialisasi dan pendidikan masyarakat akan pentingnya olahraga sebagai bagian dari gaya hidup sehat dan sebagai instrumen pembangunan sosial. Hal ini dapat dilakukan melalui berbagai cara, seperti penyelenggaraan acara olahraga masyarakat, kampanye media massa, dan pengembangan kurikulum olahraga di sekolah-sekolah.
– Memperkuat kerja sama antara berbagai pihak yang terkait dengan pengembangan olahraga. Kerjasama ini harus berdasarkan pada prinsip saling menghargai, saling menguntungkan, dan fokus pada tujuan bersama untuk mengembangkan olahraga nasional dan meningkatkan prestasi atletik Indonesia di kancah internasional.
Kesimpulan
Penghargaan yang diberikan oleh Kapolri kepada para atlet SEA Games merupakan sebuah langkah yang sangat positif dan memiliki makna yang mendalam bagi perkembangan olahraga nasional dan penguatan nilai-nilai kebangsaan di Indonesia. Para atlet yang telah bersinar di ajang SEA Games layak disebut sebagai “patriot bangsa” karena mereka telah dengan dedikasi dan pengorbanan yang luar biasa membawa nama baik Indonesia ke kancah regional dan menjadi sumber kebanggaan bagi seluruh rakyat Indonesia.
Sebagai tokoh Asosiasi Pelaku Olahraga Nasional, saya sangat menyambut baik langkah yang telah dilakukan oleh Kapolri dan berharap bahwa penghargaan ini akan menjadi awal dari kerja sama yang lebih erat antara kepolisian dengan dunia olahraga dalam membangun olahraga nasional yang lebih maju dan berkualitas. Kita harus menyadari bahwa olahraga bukan hanya tentang prestasi dan medali, tetapi juga tentang membangun karakter, menyatukan bangsa, dan menciptakan masyarakat yang lebih sehat, kuat, dan harmonis.
Dengan kerja sama yang erat antara seluruh elemen masyarakat, saya yakin bahwa olahraga nasional Indonesia akan terus berkembang dan mencapai prestasi yang lebih tinggi di masa depan. Para atlet muda Indonesia akan memiliki kesempatan yang lebih baik untuk mengembangkan potensi mereka dan menjadi atlet-atlet hebat yang tidak hanya mampu membawa nama baik bangsa di kancah internasional, tetapi juga menjadi contoh yang baik bagi seluruh rakyat Indonesia dalam menjalankan hidup dengan penuh dedikasi, kerja keras, dan cinta tanah air.




