Dari Kriminalitas hingga Ketahanan Pangan, Polda Sumsel Tunjukkan Wajah Baru Polri Sepanjang 2025

Loading

Detiknews.tv – Palembang | Tahun 2025 menjadi momentum perubahan wajah Kepolisian Daerah Sumatera Selatan. Tak hanya mencatat penurunan kriminalitas, Polda Sumsel juga memperluas perannya ke sektor keselamatan publik, pemberantasan narkoba, hingga ketahanan pangan nasional.

Data rilis akhir tahun menunjukkan tindak pidana umum di Sumatera Selatan turun drastis. Sepanjang 2025 tercatat 11.885 kasus, menurun hampir 2.500 perkara dibandingkan tahun sebelumnya. Penurunan ini menjadi indikator membaiknya situasi keamanan di wilayah yang dikenal strategis sekaligus rawan kejahatan lintas daerah tersebut.

Kapolda Sumsel Irjen Pol Andi Rian R. Djajadi menilai keberhasilan ini bukan semata hasil penindakan, melainkan pendekatan preventif dan kolaboratif dengan masyarakat.

“Polisi tidak bisa bekerja sendiri. Ketika masyarakat terlibat aktif, stabilitas keamanan akan terjaga,” ujarnya.

Perubahan juga terasa di jalan raya. Sepanjang 2025, angka korban meninggal akibat kecelakaan lalu lintas turun 107 orang. Capaian ini menjadi sorotan karena keselamatan lalu lintas selama ini menjadi persoalan kronis di Sumatera Selatan.

Namun di sisi lain, Polda Sumsel menunjukkan sikap tegas terhadap kejahatan narkotika. Jumlah perkara narkoba meningkat menjadi 1.913 kasus. Alih-alih dianggap sebagai lonjakan peredaran, kepolisian menegaskan angka tersebut mencerminkan intensitas operasi yang semakin masif.

Pengungkapan puluhan kilogram sabu—total 38,45 kilogram sepanjang tahun—menjadi bukti bahwa jalur peredaran narkoba di Sumsel terus ditekan. Salah satu kasus terbesar bahkan melibatkan pengungkapan 24,28 kilogram sabu di wilayah Banyuasin.

Tak berhenti pada aspek keamanan, Polda Sumsel juga terlibat langsung dalam program strategis pemerintah. Melalui dukungan ketahanan pangan, panen jagung mencapai lebih dari 186 ribu ton. Selain itu, 55 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi disiapkan untuk mendukung program makan bergizi gratis bagi masyarakat.

Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Pol Nandang Mu’min Wijaya menyebut langkah tersebut sebagai bentuk kehadiran Polri di tengah persoalan riil masyarakat.

“Polri tidak hanya hadir saat terjadi kejahatan, tetapi juga saat masyarakat membutuhkan solusi,” katanya.

Di internal organisasi, pembenahan terus dilakukan. Ribuan personel berprestasi mendapat penghargaan, sementara pelanggaran disiplin dan pemberhentian tidak dengan hormat justru menurun dibandingkan tahun sebelumnya.

Menutup tahun 2025, Polda Sumsel menegaskan komitmen untuk terus berinovasi, mulai dari pemanfaatan Smart CCTV hingga pengembangan pupuk organik berbahan eceng gondok—sebuah pendekatan unik yang menggabungkan keamanan, lingkungan, dan ekonomi masyarakat.

Transformasi ini menunjukkan bahwa peran Polri kini melampaui sekadar penegakan hukum, menuju institusi yang adaptif dan responsif terhadap kebutuhan zaman.(FERRY).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

PENGHANCURAN MONUMEN TERUSAN PANAMA – SEBUAH KONTROVERSI YANG MENGUNGKAP KEKOMPEKSAN HUBUNGAN INTERNASIONAL, IDENTITAS NASIONAL, DAN DINAMIKA GEOPOLITIK

Rab Des 31 , 2025
OPINI: Daeng Supriyanto SH MH CMS.P Pengamat Geopolitik Global Dalam peta hubungan internasional kontemporer yang terus berkembang dengan kompleksitas yang tak terhindarkan, peristiwa penghancuran monumen kontribusi Tiongkok di Terusan Panama pada tanggal 27 Desember 2025 bukanlah sekadar insiden administratif atau tindakan teknis yang berdasarkan alasan keamanan struktural semata. Sebaliknya, peristiwa […]

Breaking News

Kategori Berita

BOX REDAKSI