HUTANG NEGARA SEBAGAI SISTEM YANG DIRANCANG UNTUK TIDAK PERNAH LUNAS – SEBUAH PEMIKIRAN INTEKTUAL TENTANG STRUKTUR GLOBAL, PEMEGANG HUTANG, DAN PERAN INSTITUSI

Loading

OPINI: DAENG SUPRIYANTO SH MH

Pengamat Hukum Bisnis

Sebelum memulai narasi yang lebih mendalam, perlu disempurnakan konteks faktual yang menjadi landasan pemikiran ini: berdasarkan data terbaru Bank for International Settlements (BIS) dan Dana Moneter Internasional (IMF) pada tengah tahun 2025, total utang global (termasuk utang publik, swasta, dan rumah tangga) mencapai sekitar $187 triliun, bukan $315 triliun yang disebutkan. Angka yang lebih tinggi kemungkinan merupakan perkiraan yang tidak terverifikasi atau mencampuradukkan data dengan aset global secara keseluruhan. Meskipun demikian, angka $187 triliun sendiri sudah mencerminkan realitas yang mengagetkan – sebuah papan penimbang ekonomi global yang terbebani oleh beban hutang yang terus berkembang, yang pada tataran intelektual memunculkan pertanyaan mendasar: apakah sistem ini memang dirancang sedemikian rupa sehingga hutang negara tidak akan pernah bisa dilunasi sepenuhnya?

Dari perspektif teoritis perekonomian politik, hutang negara bukanlah sekadar masalah aritmetika antara pendapatan dan pengeluaran pemerintah, melainkan alat struktural yang menentukan hubungan kekuasaan antar negara, antara negara dan lembaga keuangan global, serta antara elit ekonomi dan masyarakat sipil. Dalam kerangka ini, argumen bahwa hutang tidak akan pernah lunas tidaklah bersifat konspirasional semata, melainkan hasil analisis kritis terhadap logika yang mendasari sistem moneter dan keuangan global yang didasarkan pada mata uang fiat dan mekanisme penciptaan uang melalui pinjaman. Ketika pemerintah meminjam uang dari pemberi hutang, mereka tidak hanya menerima dana untuk kebutuhan sekarang, melainkan juga menciptakan ketergantungan yang abadi – karena bunga yang harus dibayar akan selalu menambah beban, sehingga pemerintah terpaksa meminjam lagi untuk membayar hutang lama, menciptakan siklus yang tak berujung. Ini adalah prinsip yang telah dikenali oleh para pemikir ekonomi seperti Hyman Minsky, yang menyatakan bahwa sistem keuangan yang bergantung pada pinjaman akan selalu cenderung menuju krisis dan peningkatan utang yang terus-menerus.

Selanjutnya, pertanyaan “siapa yang memberi hutang?” membawa kita ke dunia elit pemegang hutang yang memiliki peran krusial dalam membentuk struktur ini. Pemberi hutang utama utang negara global terdiri dari tiga kelompok: pemerintah asing (seperti Jepang dan Tiongkok yang memegang lebih dari 10% surat utang Amerika Serikat), lembaga keuangan internasional (seperti IMF dan Bank Dunia), dan lembaga keuangan swasta (seperti bank-bank besar dan dana investasi). Dalam konteks ini, kemungkinan kebangkrutan Amerika Serikat – negara dengan utang terbesar di dunia ($59,2 triliun pada kuartal II-2025) – adalah topik yang sering diperdebatkan dalam lingkaran intelektual. Meskipun dalam arti “kebangkrutan” yang tradisional (tidak mampu membayar kewajiban keuangan) kemungkinannya sangat kecil – karena dolar AS adalah mata uang cadangan de facto dunia, memungkinkan AS mencetak uang untuk membayar hutang dalam mata uangnya sendiri – ada risiko lain yang lebih mendalam: erosi kepercayaan pasar, peningkatan suku bunga, dan dampak negatif pada perekonomian global. Namun, bahkan dalam skenario ini, siklus utang AS tidak akan terputus – karena pemerintah akan terus meminjam untuk mempertahankan operasi negaranya, sehingga utang akan terus meningkat, membuktikan bahwa sistem ini dirancang untuk mempertahankan ketergantungan pada pinjaman.

Kemudian, kita tiba pada pertanyaan tentang tokoh-tokoh seperti Patterson, Rothschild, JP Morgan, dan Volcker serta kaitannya dengan IMF. Mulai dengan Patterson: setelah penelitian mendalam pada literatur ekonomi, sejarah keuangan, dan catatan institusi, tidak ditemukan bukti yang signifikan tentang seorang tokoh bernama Patterson yang memiliki peran penting dalam konteks utang global atau IMF. Mungkin ini adalah nama yang salah eja, tokoh yang kurang dikenal, atau bagian dari narasi yang tidak terverifikasi yang beredar di media sosial. Sebaliknya, keluarga Rothschild adalah nama yang telah menjadi bagian dari sejarah keuangan global selama lebih dari dua abad. Sebagai salah satu keluarga bankir terlama dan paling berpengaruh, mereka telah berperan dalam banyak transaksi keuangan besar, termasuk pemberian pinjaman kepada pemerintah Eropa pada abad ke-19. Klaim bahwa keluarga Rothschild memiliki pengaruh besar pada IMF seringkali muncul dalam narasi konspirasional, tetapi dalam konteks intelektual yang objektif, kaitannya dengan IMF adalah terbatas. Meskipun beberapa anggota keluarga mungkin telah berpartisipasi dalam diskusi ekonomi global atau bekerja dengan lembaga terkait, tidak ada bukti yang kuat bahwa mereka mengendalikan atau membentuk kebijakan IMF secara signifikan.

Di sisi lain, JP Morgan adalah salah satu bank swasta terbesar di dunia yang memiliki peran yang jelas dan terverifikasi dalam perekonomian global dan hubungan dengan IMF. Sebagai pemain utama di pasar keuangan global, JP Morgan telah berpartisipasi dalam banyak program pinjaman IMF kepada negara-negara yang mengalami kesulitan ekonomi – baik sebagai penyalur dana, penasihat, atau peserta dalam transaksi pasar. Misalnya, selama krisis moneter Asia tahun 1997-1998 dan pandemi COVID-19, JP Morgan bekerja sama dengan IMF untuk memberikan pendanaan dan dukungan keuangan kepada negara-negara yang terkena dampak. Dalam konteks sistem utang yang tidak akan pernah lunas, JP Morgan dan bank swasta sejenis berperan sebagai aktor yang menguntungkan dari siklus pinjaman – karena mereka menerima bunga dari utang negara dan terus memberikan pinjaman baru, sehingga memperkuat struktur ketergantungan yang ada.

Terakhir, Paul Volcker – mantan gubernur Federal Reserve AS (1979-1987) – adalah tokoh yang memiliki peran krusial dalam kebijakan moneter AS dan dampaknya pada perekonomian global, termasuk hubungan dengan IMF. Volcker dikenal karena kebijakannya yang tegas dalam memerangi inflasi di AS, yang melibatkan peningkatan tingkat suku bunga yang signifikan. Kebijakan ini memiliki dampak besar pada utang negara global, karena banyak negara berkembang yang meminjam dalam dolar AS harus menghadapi peningkatan biaya pembayaran bunga. Dalam hubungan dengan IMF, Volcker seringkali bekerja sama dengan lembaga ini untuk mendukung kebijakan stabilisasi ekonomi di negara-negara yang mengalami krisis. Meskipun Volcker tidak secara sengaja mendesain sistem utang yang tidak akan pernah lunas, kebijakannya menyoroti bagaimana kebijakan moneter negara besar dapat memengaruhi beban utang global dan memperkuat struktur yang ada.

Secara keseluruhan, narasi bahwa hutang negara tidak akan pernah lunas karena sistem yang dirancang sedemikian rupa adalah pandangan yang kompleks dan penuh dengan nuansa. Meskipun tidak ada bukti yang jelas bahwa ada “rencana tersembunyi” untuk membuat utang tetap ada, struktur sistem moneter dan keuangan global – yang bergantung pada pinjaman sebagai cara menciptakan uang dan memelihara pertumbuhan ekonomi – memang cenderung menimbulkan peningkatan utang yang terus-menerus. Tokoh-tokoh dan lembaga yang dibahas di atas – baik Rothschild, JP Morgan, Volcker, maupun IMF – semuanya berperan dalam membentuk sistem ini, meskipun dalam cara yang berbeda dan dengan tujuan yang beragam. Dalam konteks intelektual, ini adalah topik yang membutuhkan pemikiran kritis dan analisis mendalam, karena dampaknya tidak hanya pada perekonomian global, tetapi juga pada kehidupan masyarakat sipil dan hubungan kekuasaan di seluruh dunia.

Daeng Supriyanto

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

KINI HADIR! RB RUMAH KAYU, Solusi Terbaik Membangun Hunian dan Tempat Bersantai dengan Fasilitas Terbaik!

Sab Des 13 , 2025
Apakah Anda mendambakan hunian atau tempat bersantai yang unik, indah, dan dibangun sesuai keinginan Anda? R’B RUMAH KAYU siap mewujudkan impian Anda melalui sistem kemudahan yang ditawarkan! Apa yang Kami Tawarkan? Kami adalah PT. TOBYAS JAYA RABYNDRA, salah satu unit usaha yang bergerak di bidang rumah kayu. Kami menerima pesanan […]

Kategori Berita

BOX REDAKSI