Detiknews.tv – Jakarta | Pemerintah Indonesia kembali menegaskan keseriusannya dalam menyempurnakan pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dimulai pada awal tahun ini. Program ini dirancang sebagai solusi untuk mengurangi angka stunting dan malnutrisi yang masih tinggi di kalangan anak-anak. Dengan target menjangkau 82,9 juta penerima manfaat pada tahun 2025, aspek keselamatan dan efisiensi menjadi prioritas utama pemerintah.
Untuk tahun 2025, pemerintah telah menetapkan anggaran sebesar Rp71 triliun. Namun, menurut Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, percepatan distribusi agar target tercapai membutuhkan tambahan dana hingga Rp25 triliun per bulan. Bila percepatan dimulai pada bulan September, maka total tambahan dana yang dibutuhkan bisa mencapai Rp100 triliun.
Menanggapi hal ini, Komisi IX DPR RI meminta agar dilakukan evaluasi menyeluruh terhadap penggunaan anggaran yang telah tersedia. Evaluasi ini akan menjadi dasar pertimbangan untuk membahas kemungkinan penambahan anggaran pada pertengahan tahun.
Pelaksanaan program MBG juga didukung oleh berbagai pihak, mulai dari koperasi, pelaku UMKM, TNI, Polri, hingga organisasi keagamaan seperti Muhammadiyah dan NU. Menteri Koperasi dan UKM, Budi Arie Setiadi, menyebutkan bahwa sekitar 1.923 koperasi telah disiapkan untuk berperan aktif dalam program ini.
Di samping itu, pemerintah juga membuka peluang untuk menggunakan dana zakat dan program Tanggung Jawab Sosial Perusahaan (CSR) dari perusahaan negara maupun swasta sebagai sumber pendanaan alternatif. Anggota Komisi VIII DPR RI, Abdul Fikri Faqih, menyatakan bahwa penggunaan dana zakat dapat dilakukan selama sejalan dengan prinsip syariah, yaitu membantu fakir miskin dan kelompok rentan.
Program MBG sebagai langkah strategis untuk memperbaiki kualitas gizi masyarakat, khususnya anak-anak dan kelompok rentan. Melalui sinergi berbagai pihak dan pembenahan mekanisme pelaksanaan, pemerintah optimistis program ini dapat berjalan optimal dan tepat sasaran. Mari bersama mendukung program MBG yang menjadi program strategis pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan dan kompetensi generasi muda penerus. (R)