![]()

Detiknews.tv – Jakarta | Beragam produk khas Sumatera Selatan, Jambi, dan Bengkulu mendapat ruang untuk dikenal lebih luas dalam pameran usaha mikro dan kecil (UMK) binaan yang digelar di Kantor Pusat PT PLN (Persero), Jakarta, pada 12–17 Oktober 2026. Melalui Yayasan Baitul Maal (YBM) PLN, produk-produk hasil pemberdayaan masyarakat tersebut diperkenalkan kepada pengunjung dalam rangkaian peringatan Milad ke-20 YBM PLN.
Di antara produk yang dipamerkan, busana etnik berbahan kain jumputan menjadi salah satu yang menarik perhatian pengunjung. Tari, salah seorang pengunjung pameran, mengaku tertarik melihat ragam produk yang memadukan kekhasan budaya daerah pada desain busana, khususnya vest, “Saya tertarik melihat produk-produk etnik di sini, terutama rompi atau vest jumputan. Motifnya khas, tetapi modelnya cukup kekinian dan bisa dipakai untuk berbagai kegiatan.” ujar Tari.
Bagi YBM PLN UID Sumatera Selatan, Jambi, dan Bengkulu (S2JB), keikutsertaan dalam pameran ini bukan sekadar memperkenalkan produk unggulan daerah. Kegiatan tersebut juga menjadi kesempatan bagi pelaku usaha binaan untuk memperluas jaringan pemasaran, mengenali selera konsumen, serta bertukar pengalaman dengan pelaku UMKM dari berbagai wilayah Indonesia.
General Manager PLN UID S2JB, Diksi Erfani Umar, mengatakan bahwa pemberdayaan ekonomi masyarakat perlu didukung dengan pendampingan yang berkelanjutan, termasuk membuka akses bagi pelaku usaha untuk menjangkau pasar yang lebih luas, “Produk-produk lokal memiliki potensi besar untuk berkembang. Tantangannya bukan hanya bagaimana menghasilkan produk yang berkualitas, tetapi juga bagaimana memperkenalkannya kepada konsumen yang lebih luas. Melalui YBM PLN, kami ingin para pelaku usaha binaan mendapatkan kesempatan untuk belajar, membangun jejaring, dan meningkatkan daya saing sehingga usahanya dapat terus tumbuh,” ujar Diksi.
Pameran yang menghadirkan produk binaan dari berbagai daerah di Indonesia tersebut juga menjadi ruang pembelajaran bagi kader lokal YBM PLN. Melalui interaksi langsung dengan pengunjung dan sesama pelaku usaha, para peserta berkesempatan mempelajari pengembangan produk, strategi pemasaran, hingga praktik pengelolaan usaha yang dapat diterapkan di daerah masing-masing.
Memasuki usia dua dekade, YBM PLN terus mendorong program pemberdayaan yang tidak hanya berorientasi pada penyaluran bantuan, tetapi juga pada peningkatan kapasitas dan kemandirian ekonomi masyarakat. Upaya tersebut diharapkan dapat membuka jalan bagi para penerima manfaat untuk mengembangkan usaha secara berkelanjutan.
Kehadiran produk-produk daerah dalam pameran di Jakarta ini sekaligus menunjukkan bahwa kekayaan budaya lokal memiliki peluang untuk menjangkau pasar yang lebih luas. Dari kain jumputan hingga beragam hasil kreativitas masyarakat, setiap produk membawa potensi ekonomi yang dapat terus berkembang ketika memperoleh pendampingan dan kesempatan pemasaran yang tepat.
Laporan: Ika | Editor: Markopik



