![]()

Detiknews.tv – Palembang | Pengurus Provinsi (Pengprov) Yongmoodo Indonesia Sumatera Selatan bergerak cepat memperkuat legalitas organisasi demi membidik tiket Pekan Olahraga Nasional (PON) Beladiri 2027. Langkah taktis ini diawali dengan menggelar audiensi resmi ke markas Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Sumsel untuk mematangkan proses keanggotaan mereka.
Rombongan Pengprov Yongmoodo Sumsel dipimpin langsung oleh sang Ketua, Dr. Herison, S.IP., S.H., M.H. didampingi Sekretaris Umum KOTRI, Juliana, S.Kom. Kedatangan mereka disambut hangat oleh Sekretaris Umum KONI Sumsel, H. Tubagus Sulaiman, S.H., M.H., bersama Wakil Ketua Umum II Bidang Organisasi, Kolonel (Purn) H. Sudinoto, serta Bendahara Umum, H. Hasnandar Setiawan, SE.
Dr. Herison, S.IP., S.H., M.H. menegaskan bahwa momentum ini menjadi pijakan awal bagi kepengurusan baru Yongmoodo Sumsel sesuai SK 17 Juni 2026 untuk tancap gas. Agenda utama mereka tak lain adalah menuntaskan proses administrasi agar bisa segera bernaung di bawah bendera KONI Sumsel, sekaligus memberikan jaminan legalitas bagi para atlet untuk berlaga di PON Beladiri mendatang.
Namun, jalan menuju peresmian tersebut menuntut kerja keras. Sekum KONI Sumsel, H. Tubagus Sulaiman, mengingatkan adanya syarat mutlak dan tenggat waktu ketat yang wajib dipenuhi.
Berikut adalah dua syarat utama yang harus diselesaikan Yongmoodo Sumsel sebelum 11 November 2026 yakni Memiliki Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) organisasi yang jelas dan Kepengurusan minimal wajib sudah terbentuk di 9 kabupaten/kota dari total 17 wilayah yang ada di Sumatera Selatan.

Batas waktu tersebut disesuaikan dengan agenda Rapat Kerja (Raker) KONI Sumsel 2026 yang akan menjadi momentum ketuk palu pengesahan anggota baru.
Geliat olahraga di Bumi Sriwijaya sendiri dipastikan makin sengit menjelang agenda nasional. Selain Yongmoodo, KONI Sumsel mencatat ada dua cabang olahraga baru lainnya, yaitu Orado dan Padel, yang juga tengah mengantre dan menyatakan kesiapannya untuk resmi bergabung, pungkas Tubagus.
Laporan: Markopik



