Detiknews.tv – Palembang | Ratusan pengemudi ojek online (Ojol) yang tergabung dalam Asosiasi Driver Online (ADO) Sumsel memadati halaman depan Mapolda Sumsel, Sabtu (30/08/2025), dalam sebuah aksi damai yang sarat emosi dan duka mendalam. Mereka menuntut keadilan atas tewasnya rekan seprofesi, Affan Kurniawan, yang meninggal tragis setelah terlindas kendaraan taktis (Rantis) milik Brimob di Pejompongan, Jakarta Pusat, Kamis (27/08/2025).
Suasana aksi berlangsung tertib dan penuh hikmat, tanpa ada satu pun tindakan Anarkis. Para driver mengenakan jaket Ojol mereka, sebagian membawa bunga, poster, dan foto almarhum. Lantunan doa, sholawat, dan pembacaan Al-Fatihah menggema dari pengeras suara yang dipasang di atas mobil komando, dipimpin oleh perwakilan ADO, Toyib.
Air mata tak terbendung dari sebagian peserta aksi saat nama Affan disebut dalam doa. Mereka berdoa agar almarhum mendapat tempat terbaik di sisi Allah, diampuni segala dosanya, dan dipertemukan dengan Rasulullah SAW. Doa juga ditujukan bagi keluarga yang ditinggalkan, agar diberi ketabahan dalam menghadapi musibah ini.
Ketua ADO Sumsel, Muhammad Asrul Indrawan, menegaskan bahwa aksi ini murni bentuk solidaritas dan duka cita, bukan ajang provokasi apalagi pembalasan.
“Kami datang untuk mendoakan dan menunjukkan bahwa nyawa Affan tidak bisa dianggap remeh. Tapi aksi ini damai. Jika ada yang anarkis, kami persilakan aparat menindak tegas,” tegas Asrul di hadapan awak media.
Lebih dari sekadar aksi duka, para peserta juga menyampaikan tuntutan agar kasus kematian Affan diusut secara tuntas dan transparan. Mereka meminta Kapolda Sumsel meneruskan aspirasi ini langsung ke Kapolri, demi keadilan bagi Affan dan keluarga yang kini tengah berduka.
“Kami menuntut proses hukum yang adil, transparan, dan tidak ditutup-tutupi. Affan adalah tulang punggung keluarga. Keluarganya berhak tahu kebenaran dan mendapatkan keadilan,” tambah Asrul.
Kematian Affan Kurniawan menggugah solidaritas luas di kalangan pengemudi ojek online di berbagai daerah. Ia disebut sebagai sosok pekerja keras yang sedang menjalankan tugas saat insiden maut itu terjadi. Hingga kini, aparat kepolisian pusat masih melakukan investigasi atas peristiwa tersebut. (Ferizal).